Amerika intervensi, MA Vonis 15 tahun penjara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir
15

JAKARTA (Arrahmah.com) –  Vonis 15 tahun penjara terhadap Amir Jama’ah Anshorut Tauhid Ustadz Abu Bakar Ba’asyir –fakkallahu asrah- membuktikan kebenaran adanya campur tangan Amerika Serikat terhadap proses Kasasi yang diajukan Ustadz Abu bakar Ba’asyir hafizhahullah.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu putera beliau, Ustadz Abdur Rahim Ba’asyir saat dihubungi arrahmah.com. “Vonis ini membuktikan bahwa Amerika benar-benar mengintervensi proses hukum Ustadz Abu (Ustadz Abu Bakar Ba’asyir),” kata pria yang akrab di sapa Ustadz Iim, Senin malam(27/2).
 
Tambah Ustadz Iim, hal tersebut terbukti dengan adanya pengumuman oleh Amerika Serikat yang menuduh JAT dan tiga anggota JAT sebagai teroris Internasional. Mahkamah Agung memberikan vonis yang lebih tinggi dari vonis di tingkat banding.
 
“Setelah Amerika mengeluarkan release, maka MA keluarkan vonis yang semakin memberatkan,” ujarnya.
 
Sebagaimana diketahui, Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara terhadap tuduhan tindak pidana terorisme, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

“Menetapkan lamanya terdakwa dalam tahanan sebelum putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap, akan dikurangkan seluruhnya dari pidana penjara yang dijatuhkan,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur, di Gedung MA, Jakarta, Senin, (27 /2).

Putusan ini diputuskan secara bulat pada 27 Februari 2012 oleh Ketua Majelis Djoko Sarwoko, dengan anggota Mansur Kartayasa dan Andi Samsan Nganro.

Menurut Mahkamah, Pengadilan Tinggi hanya mempertimbangkan delik materil, sedangkan tindak pidana teroris merupakan tindak pidana formil, sehingga tidak perlu dibuktikan adanya akibat dari tindakan itu.

 “Menolak permohonan kasasi dari Abu Bakar Ba’asyir,” tegasnya.

Awalnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memutuskan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir bersalah melakukan tindak pindana terorisme dan menjatuhkan pidana 15 tahun penjara pada 16 Juni 2011 lalu.

Namun putusan ini dikurangi menjadi 9 tahun oleh Pengadilan Tinggi Jakarta pada 7 Juli 2011.Kemudian Ustadz Abu melalui Tim Pengacara Muslim mengajukan kasasi ke MA pada November 2011.

Sebelumnya, anggota Tim Pengacara Muslim (TPM), Ahmad Michdan menambahkan, pengajuan kasasi tersebut murni keinginan Ustadz Abu bakar Ba’asyir. Pasalnya Ustadz Abu telah mengirim pesan pendek kepada Ustadz Hasyim Abdullah selaku asisten pribadinya.

SMS Ustadz Abu kepada ustadz Hasyim: “Saya menolak vonis banding 9 tahun itu. Saya dizalimi, dihukum karena saya menjalankan syariat agama Islam. Pengacara saya akan melakukan kasasi atas vonis banding yang zalim ini.” (bilal/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.