Muslim India akan melakukan protes menuntut penegakan Syariah Islam pada Maret mendatang

12

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Para “penegak hukum” India sedang mencermati gerak-gerik kaum Muslimin yang mereka anggap “Muslim Radikal” dari Shariah4Hind yang telah menyeru kepada massa Muslim di India untuk melakukan aksi protes di sekitar Parlemen untuk menuntut penegakkan Syariah Islam (hukum Syariah). Melalui situs shariah4hind.com, kaum Muslimin telah mengecam konstitusi India dan menyeru umat Muslim India untuk melakukan protes menuntut penegakkan Syari’at Islam pada tanggal 2 dan 3 Maret mendatang. Namun, situs shariah4hind.com telah diblok oleh polisi India setelah mereka mendapatkan kabar “bahaya” tersebut. Namun situs tersebut telah diaktifkan kembali oleh Shariah4Hind.

Pemerintah India juga telah diminta untuk tidak mengeluarkan visa bagi Syaikh Anjem Choudary, juru bicara Islam4UK, sekaligus pimpinan Al-Muhajirun UK, yang berbasis di London, yang dikhawatirkan akan mengikuti protes tersebut. Namun Syaikh Anjem telah mengumumkan bahwa ia akan melakukan Konferensi video dengan pemimpin Al-Muhajirun lainnya di Libanon pada tanggal 2 dan 3 Maret mendatang dan akan menyiarkannya.

Para agen India semakin ketakutan ketika mengetahui bahwa Shariah4Hind melalui situsnya mengklaim bahwa mereka Perdana Menteri Manmohan Singh, pemimpin senior BJP LK Advani, kepala menteri Gujarat Narendra Modi dan sekretaris jenderal Kongres Rahul Gandhi. 

Syaikh Anjem berbicara kepada Times of India melalui telepon dari London, bahwa ia menyeru untuk mengikuti hukum Syariah, “Menurut hukum syariah, Umat Islam tidak diperbolehkan untuk mengikuti pemilu, yang telah terjadi di India, atau suara untuk pihak BJP, Kongres atau SP. Umat Islam harus tidak mengikuti hukum lainnya kecuali hukum Allah”.

Para polisi New Delhi mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan aksi protes itu terjadi dan akan menghentikan siaran ceramah langsung dari Syaikh Anjem Choudary dan Syaikh Omar Bakri Muhammad, para pemimpin Al-Muhajirun seluruh dunia yang akan dilakukan pada 2 dan 3 maret.

Syaikh Anjem juga membenarkan bahwa dirinya tidak dapat visa dari Komisi Tinggi India, dalam sebuah video, ia juga menyeru kepada kaum Muslimin India untuk turun berkumpul di dekat Parlemen dan proyek Shariah4Hind akan tetap dilanjutkan tanpa hambatan (insya Allah) sampai kedaulatan dan supremasi dikembalikan kepada Allah (hukum syariah) saja. (siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.