Protes Suriah masih berlanjut, pejabat rezim Assad menjadi target pembunuhan oleh kelompok oposisi bersenjata

13

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Sejumlah pria bersenjata menembaki mobil yang membawa jaksa senior rezim Assad dan seorang hakim di provinsi Idlib, barat laut Suriah, membunuh mereka berdua dan supir keduanya.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA mengatakan pada Minggu (19/2/2012) bahwa jaksa provinsi Idlib, Ghazal dan seorang hakim, Mohammed Ziadeh tewas dalam serangan.

Sehari sebelumnya (18/2), SANA mengatakan kelompok oposisi bersenjata juga menembak mati Jamal al-Bish, anggota dewan di kota Aleppo, kota terbesar Suriah.  Dikatakan bahwa dia dibunuh di luar kota, pusat dukungan bagi Assad, kota yang relatif tenang sejak revolusi Suriah meletus.

Polisi dan patroli bersenjata disebar di distrik Mezze, ibukota Suriah untuk mencegah terulangnya protes terhadap Bashar al-Assad yang telah mengancam cengkeramannya pada Damaskus, ujar aktivis oposisi.

Pada Minggu (19/2), jenazah Same al-Khatib, seorang demonstran muda yang gugur ketika pasukan keamanan rezim Alawite menembaki demonstran di distrik Mezze, dimakamkan.

Pasukan keamanan mempertahankan kehadirannya untuk mencegah pemakaman berubah menjadi aksi demonstrasi anti-Assad, ujar seorang aktivis oposisi yang dihubungi Reuters.

Lima belas truk membawa polisi keamanan dan pria bersenjata pro-Assad yang dikenal dengan “shabbiha” mengelilingi prosesi pemakaman saat Khatib dimakamkan.

Mobil polisi dan jip militan bayarna itu berpatroli di Mezze sementara agen polisi rahasia menyebar dengan berjalan kaki, menghentikan setiap ornag yang lewat secara acak dan memeriksa kartu identitas mereka.

“Berjalan di Mezze kini membawa resiko penangkapan.  Kawasan ini terlatif tenang bahkan toko-toko makanan popules di Sheikh Saad telah kosong,” ujar aktivis, Moaz al-Shami.

Assad yang merupakan bagian dari sekte Syiah Alawite, mengatakan dia berjuang melawan “teroris” asing yang disalahkan atas sejumlah serangan di Suriah, walaupun klaim Assad tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Sementara itu laporan media menyatakan bahwa Suriah telah menutup perbatasan kedua persimpangan dengan Yordania pada Jumat (17/2) pagi. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.