120 pasukan Hizbul Lata Lebanon dan 40 pasukan Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan balasan tentara kebebasan pro revolusi Suriah

30

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Seorang perwira tentara kebebasan pro revolusi Suriah mengungkapkan kepada wartawan bahwa dalam tiga bulan terakhir, sebanyak 120 pasukan Hizbul Lata Lebanon dan 40 pasukan Garda Revolusi Iran tewas bersama tentara rezim Suriah, dalam serangan balasan yang dilancarkan oleh tentara kebebasan di beberapa wilayah.

Dalam wawancara dengan harian As-Siyasah Kuwait, Jum’at (9/12/2011), perwira tentara kebebasan Suriah tersebut melaporkan sebagian besar anggota pasukan kelompok Syiah Hizbul Lata Lebanon dan pasukan Syiah Basij yang berada dalam kendali Garda Revolusi Iran tersebut tewas dalam bentrokan bersenjata dengan tentara kebebasan Suriah di Homsh, Himah, dan pinggiran Damaskus.

Menurutnya, puluhan mayat milisi Hizbul Lata dan pasukan Garda Revolusi Iran tersebut diangkut dari Damaskus dengan pesawat-pesawat militer Iran dan dikebumikan di Iran dalam beberapa tahap. Pesawat-pesawat militer Iran itu juga mengangkut persenjataan dan amunisi untuk rezim Bashar Asad. Hal itu dilakukan untuk menutup-nutupi keterlibatan langsung Hizbul Lata (Plesetan dari Hibullah Libanon Syi’ah) Lebanon dan pemerintahan Iran dalam aksi pembantaian missal terhadap rakyat muslim Suriah. Oleh karenanya, mayat anggota milisi Hizbul Lata Libanon tidak dikebumikan di Lebanon.

Perwira itu melanjutkan, “Puluhan anggota milisi Hizbul Lata yang terluka dan cedera sampai saat ini masih dirawat di beberapa rumah sakit militer di Damaskus dan Suriah Utara.” Ia mengisyaratkan bahwa tentara kebebasan Suriah memiliki daftar nama para anggota milisi Hizbul Lata Lebanon dan Garda Revolusi Iran yang sedang dirawat di beberapa rumah sakit militer Suriah.

Pada bulan Januari 2012, beberapa perwira militer Suriah di distrik Dier Zur yang bergabung dengan tentara kebebasan Suriah menegaskan bahwa dua komandan lapangan milisi Syiah Hizbul Lata Lebanon tewas dalam serangan balasan tentara kebebasan Suriah. Keduanya memimpin pasukan penembak, penculik, dan sniper terhadap demonstran muslim di distrik Dir’a dan pinggiran Damaskus selama bulan September dan Oktober 2011.

 

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.