Yahudi ekstrimis menyerang rumah muslim Palestina di Tepi Barat

2

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Yahudi ekstrimis telah menyerang sebuah rumah milik warga muslim Palestina dan merusak sebuah mobil di desa Janiya di Tepi Barat.

Pemilik rumah, Ismail Mazloum, mengatakan sejumlah pemukim ekstrimis Israel telah merusak rumahnya di Janiya, yang terletak di bagian barat kota Ramallah, pada Ahad pagi (5/2/2012).

Para penyerang menulis “slogan rasisme” di dinding yang bertuliskan, “Tunggu kami, kami akan datang kembali,” kata Mazloum.

Selama beberapa bulan terakhir, pemukim ekstrimis di Tepi Barat dan Timur Al-Quds (Yerusalem) telah sering menyerang properti milik muslim Palestina, termasuk peternakan, rumah, mobil dan masjid. Pada banyak kesempatan, serangan Yahudi ekstrimis telah menyebabkan bentrokan dengan warga muslim Palestina.

Pada Kamis (2/2), seorang muslimah (61) terluka parah akibat serangan Yahudi ekstrimis pada mobil yang ia dan keluarganya naiki, ketika sedang melewati pemukiman Yahudi ilegal di Yitzhar.

Pada Januari lalu, Yahudi ekstrimis membakar dua kendaraan pada carwash milik muslim Palestina di desa Sharafat di Timur al-Quds. Para penyerang menyemprotkan kata “balas dendam” di sisi salah satu mobil. Kata “harga” juga disemprotkan di lemari listrik di dekatnya.

Pada pertengahan Desember 2011, para pemukim Yahudi juga membakar sebuah masjid Palestina di desa Tepi Barat.

Para Yahudi ekstrimis jarang dibawa ke pengadilan atas serangan yang mereka lakukan dan hukuman ringan sering dikeluarkan terhadap mereka ketika proses peradilan pidana dilakukan. Sementara, muslim Palestina diserang dan ditangkap meski hanya melewati jalan di pemukiman ilegal mereka (zionis Yahudi).

Itu hanyalah sebagian kecil dari kebrutalan Yahudi ekstrimis terhadap para muslim Palestina yang dilaporkan, hampir setiap hari muslim Palestina harus menghadapi kekerasan dari para pemukim Yahudi ekstrimis yang telah mengklaim kembali tanah Palestina sebagai tanah mereka.

(siraaj/arrahmah.com)

 

 

 

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.