Mufti Jabal Lebanon serukan kaum muslimin berjihad bersama rakyat Suriah

11

(Arrahmah.com) – Mufti Jabal Lebanon, syaikh Muhammad Ali Al-Juzu mengajak kaum muslimin untuk berjihad bersama rakyat muslim Suriah dan menentang kebiadaban rezim Nushairiyah Bashar Assad terhadap rakyat muslim Suriah.

Kaum muslimin Lebanon menggalang aksi solidaritas untuk rakyat muslim Suriah di Lebanon, Ahad (5/2/2012). Dalam aksi tersebut, syaikh Al-Juzu mengungkapkan bahwa partai Ba’ts yang kini berkuasa di Suriah merupakan, “Musibah bagi kaum muslimin dan bangsa Arab. Mereka mengusung secara palsu bendera Arabisme. Arabisme yang tidak bersambung dengan Islam sama sekali tiada nilainya. Sebab, yang membentuk bangsa Arab dan umat ini adalah Rasulullah Muhammad SAW.”

Syaikh Al-Juzu mengecam keras kebiadaban rezim Suriah terhadap kaum muslimin. Menurutnya, rezim Suriah akan segera tumbang. Ia menyerukan kaum muslimin untuk mendukung jihad bangsa muslim Suriah.

Selain itu, syaikh Al-Juzu juga mengecam keras sikap China dan Rusia yang senantiasa mendukung kebijakan rezim Suriah. Ia menyebut adanya aliansi setan dengan partai atheis. China dan Rusia, menurutnya, tengah memperdagangkan nyawa kaum muslimin Suriah demi kepentingan materi.

Syaikh Al-Juzu juga mendesak pemerintah Lebanon untuk mengambil sikap tegas. Jika hendak bersikap netral, maka haruslah netral yang sebenarnya. Pemerintah Lebanon tidak boleh mengusik mujahidin Suriah dan penduduk sipil Suriah yang mengungsi ke Lebanon.

Aksi solidaritas untuk rakyat Suriah mengambil tema ‘pertemuan dengan para ulama’ dan digelar di serambi masjid As-Salam, distrik Jayah, Lebanon. Dalam aksi tersebut, syaikh Abdul Halim Haj Syahadah membacakan pernyataan sikap kaum muslimin dan ulama Lebanon. Isinya adalah dukungan kepada mujahidin Suriah dan tentara kebebasan Suriah, ajakan kepada kaum muslimin d seluruh duna untuk mendukung rakyat Suriah, dan kecaman terhadap kebadaban rezim Suriah khususnya dalam pembantaian di Himsha.

 

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.