Hacker Anonymous membocorkan rahasia besar kejahatan perang AS di Irak

59

(Arrahmah.com) – Hanya beberapa jam setelah bocornya panggilan telepon rahasia antara FBI dan Skotlandia, kelompok hacker Anonymous telah membocorkan rahasia besar kejahatan perang AS pada Jum’at (3/2/2012) dengan merilis sebuah arsip besar dari email dan dokumen yang terkait dengan pembantaian di Haditha pada tahun 2005 oleh tentara salibis AS yang menewaskan 24 warga sipil Irak.

Anonymous mengumumkan mereka telah mencuri 2,6 gigabyte email milik perusahaan hukum, Puckett Faraj. Neal Puckett merupakan Staf Sersan Frank Wuterich, yang memimpin sekelompok Marinir AS yang membunuh 24 warga sipil Irak tak bersenjata di kota Haditha pada November 2005, yang kemudian dikenal sebagai Pembantaian Haditha. Bulan lalu, Wuterich mencapai kesepakatan pembelaan di mana dia akan diturunkan jabatannya dari Sersan Staf Pribadi, tetapi tidak di penjara.

Anonymous mengumumkan bahwa email berisi “catatan detail, transkrip, kesaksian, bukti percobaan, dan catatan sumbangan pembelaan hukum” tentang kasus Haditha, dan kasus lainnya yang ditangani Puckett Faraj.

Untuk mengumumkan aksi hacking-nya, Anonymous merusak website miliki Pucket Faraj dengan pesan sebagai berikut:

“sebagai bagian dari usaha kami untuk mengekspos dari kerusakan sistem pengadilan dan kebrutalan imperialisme AS, kami ingin membawa perhatian untuk USMNC SSgt Frank Wuterich yang bersaman dengan skuadnya membunuh puluhan warga sipil tak bersenjata selama penjajahan Irak. Dapatkah kalian percaya bajingan ini telah dikurangi tuduhannya menjadi pembunuhan tak disengaja dan berhasil lolos dengan pemotongan gaji?”

Ini adalah aksi besar Anymous yang kesekian kalinya, sebelumnya pada bulan Desember 2011 lalu,perusahaan Intelijen Amerika, Stratfor telah dibuat malu di mata dunia oleh aksi Anonymous yang berhasil membobol situs Stratfor dan mencuri informasi kartu kredit, email, dan uang para klien Stratfor yang didalamnya termasuk Departemen Pertahanan Amerika, Angkatan Darat, Angkatan Udara, lembaga penegak hukum, kontraktor keamanan tingkat tinggi dan perusahaan teknologi seperti Apple dan Microsoft.

Dan pada Januari 2012, email dan password milik pejabat AS,Inggris dan NATO di posting secara online, yang di dalamnya termasuk Rincian pejabat intelijen senior Inggris dan staf pertahanan AS.

(siraaj/arrahmah.com)

 

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.