Veteran perang Chechnya (Emilkhan Sadayev) di tahan di ruang isolasi dalam keadaan telanjang dan dilarang sholat

19

SWEDIA (Arrahmah.com) – Apa yang terjadi dengan veteran perang Chechnya Emilkhan Sadayev ini terjadi benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya di Swedia.

Pemerintah Swedia, pada kenyataannya, mengatur semacam “kamp konsentrasi” pribadi untuk Sadayev.
 
Berdasarkan laporan Kavkaz Center, Sadayev ditahan di penjara Swedia benar-benar dalam keadaan telanjang di sel isolasi (persis di sel isolasi, bukan di dalam ruangan) dan dilarang melaksanakan sholat.

Pengacaranya tidak diperbolehkan menemuinya. Selain itu, pemerintah Swedia telah melarang untuk memberikan informasi tentang kondisi Sadayev atau tentang keberadaannya.

Sadayev meminta untuk memberinya pakaian untuk setidaknya melaksanakan sholat, namun para sipir kafir itu menolak.
 
Emilkhan Sadayev memtutskan yang bahkan menyebabkan dirinya terluka, untuk hari kedua adalah melakukan mogok makan akibat tindakan keji otoritas penjara.

Sebagai tanggapan, polisi mengancamnya “akn mengirimnya ke Chechnya” jika ia tidak menghentikan mogok makan.

Pada hari  Kamis (2/2/2012) pada siang hari, ia akan dideportasi ke Rusia, tetapi pada saat ketika Sadayev dibawa keluar dari penjara untuk di deportasi, pembuluh darahnya pecah dan ia dibawa ke rumah sakit.
 
Pemerintah Swedia tidak memberi penjelasan apa pun. Bahkan, Sadayev ditempatkan di sebuah penjara rahasia seperti penjara rahasia CIA untuk tahanan al-Qaeda.

Untuk alasan apa pemerintah Swedia menyiksa Sadayev seperti tawanan al-Qaeda, sejak kasus seluruh pengungsi Chechnya benar-benar transparan.
 
Pengacara dari pengungsi Chechnya mengatakan bahwa dia terkejut dengan tindakan otoritas Swedia dan karena itu ia berniat untuk menggugat otoritas negara itu.

Beberapa hari lalu, pengacara membuat permintaan ke kantor UNHCR di Azerbaijan. Dari sana diberi dokumen mengkonfirmasikan status pengungsi dari Ruslan Atkayev (Emilkhan Sadayev),  walaupun bukti itu mendukung, pemerintah Swedia  tidak menyertakannya ke dalam kasus tersebut.
 
Sementara itu aksi protes berlangsung di Helsinki di depan Kedutaan Besar Swedia. Para pengunjuk rasa menuntut pemerintah Swedia untuk segera menghentikan prosedur deportasi dan untuk segera membebaskan Emilkhan Sadayev.

(siraaj/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.