Berita Dunia Islam Terdepan

Mesin pembantai Blackwater kembali ke Irak

9

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Meskipun AS menarik keluar pasukannya dari Irak bulan ini, Washington masih punya rencana keji lain yakni mengirim tentara bayaran Blackwater ke negara Timur Tengah itu dengan nama baru ACADEMI, Press TV melansir pada Senin (12/12/2011).

Kelompok investasi yang berbasis di New York, USTC Holdings, yang membeli mantan perusahaan Blackwater (Xe Services) pada bulan Desember 2010, mengumumkan pada hari Senin (12/12) bahwa ACADEMI sebagai nama baru untuk Blackwater/Xe Services, seperti juga dikutip oleh AFP.

Langkah terbaru ini datang saat Presiden AS Barack Obama bertemu dengan Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki untuk membahas fase berikutnya dari hubungan antara kedua negara pasca penarikan tentara AS.

“Kami memiliki masa-masa perubahan yang luar biasa yang telah menghasilkan sebuah perusahaan baru dan lebih baik,” kata presiden dan direktur eksekutif ACADEMI, Ted Wright, dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Senin (12/12), Wright mengatakan ia ingin menggiring bisnis ACADEMI kembali ke Irak dan mengatakan bahwa perusahaannya telah menyewa sebuah perusahaan eksternal untuk membantu mengajukan permohonan izin ‘usaha’ di negeri ini.

“Saya pikir pada akhirnya, kami akan mendapatkan lisensi, dan kami akan melakukan bisnis di Irak,” katanya.

Blackwater mengadopsi nama Xe Services setelah pemerintah Irak mengumumkan pada 2009 bahwa mereka tidak akan memperbarui kontrak dengan perusahaan keamanan itu karena insiden mematikan tahun 2007 di mana algojo Blackwater melindungi konvoi diplomatik AS dengan melepaskan tembakan di sebuah distrik ramai di Baghdad dan menewaskan 17 warga sipil.

Para pejabat Irak tidak bisa menuntut tentara bayaran Blackwater karena mereka memiliki kekebalan dari tuntutan warga setempat dan tidak bisa dikenai hukum Irak.

Departemen Luar Negeri AS pada bulan Agustus 2010 mengumumkan bahwa Pentagon akan menggantikan pasukan Amerika di Irak dengan tentara bayaran swasta, yang menyebut diri mereka perusahaan keamanan swasta atau kontraktor keamanan, dengan dalih menjamin keamanan di negara yang dilanda perang tersebut. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...