Berita Dunia Islam Terdepan

Hamas rujuk dengan Fatah, Abbas berharap 4 Mei Palestina lakukan Pemilu

1

YERUSALEM (Arrahmah.com) – Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan pada hari Senin (28/11/2011) harapannya bahwa pemilihan umum Palestina akan diselenggarakan pada 4 Mei tahun depan.

“Saya harap, InsyaAllaah, pemilihan ini akan dilaksanakan pada 4 Mei,” kata Abbas pada wartawan selama kunjungannya ke Wina setelah bertemu dan bercengkrama dengan Presiden Austria, Heinz Fischer. Komentarnya ini muncul setelah Abbas melakukan rekonsiliasi pekan lalu di Kairo dengan ketua Hamas, Khaled Meshaal, yang ditujukan memperkuat kesepakatan persatuan yang ditandatangani enam bulan lalu.

Di Kairo, Abbas dan Meshaal menyepakati dokumen setebal dua halaman yang merupakan komitmen mereka untuk mewujudkan pemerintahan gabungan setelah pemilihan Mei 2012.

Melalui era baru ‘kerjasama’ ini, kedua pihak berjanji untuk menyelesaikan masalah tahanan politik dan membentuk kabinet independen sementara yang akan disepakati bulan depan.

Di Wina, Abbas juga menekankan bahwa pemerintahan interim ini akan membuka jalan menuju pemilihan parlemen dan presiden yang tidak akan bisa didominasi oleh salah satu pihak.

Abbas pun menjamin bahwa penolakan Hamas untuk mengakui Israel bisa diatasi pada putaran dialog berikutnya di antara kedua kubu. “Saya berharap bahwa Hamas akan setuju dengan hal ini,” kata Abbas. “Mungkin ini akan menjadi topik utama yang akan kami bahas di pertemuan berikutnya.” Meski demikian, perkara ini tidak masuk dalam dialog Fatah-Hamas di Kairo.

“Saya kira, dialog itu merupakan langkah penting. Tentu saja dialog ini tidak akan mampu menyelesaikan semua masalah. Namun kedua belah pihak setidaknya bisa mengklarifikasi posisi masing-masing,” lanjut Abbas. Abbas menjamin Hamas siap menerima negara Palestina dengan batas-batas yang disepakati tahun 1967.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mengatakan mereka tidak akan bekerja dengan pemerintah yang menyertakan Hamas kecuali kelompok Islam itu mengakui Israel, meninggalkan kekerasan, dan setuju untuk mematuhi perjanjian Israel-Palestina. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...