Berita Dunia Islam Terdepan

Muslim Mesir serang gedung Kementrian Dalam Negeri dan menuntut penggulingan rezim militer

3

KAIRO (Arrahmah.com) – Dua orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka di Mesir ketika para demonstran yang menggulingkan diktator Hosni Mubarak turun ke jalan menentang militer negara itu setelah sebelumnya “dipuji” sebagai penjaga revolusi.

“Ganyang Tantawi”, ratusan demonstran menangis di lapangan Tahrir, Kairo, mengacu pada Marsekal Mohammed Hussein Tantawi, ketika mereka melemparkan batu dan benda lainnya ke arah polisi bersenjata.

Paramedis mengumumkan kematian Ahmed Mahmoud (23), yang menderita luka tembak di dada dan Bahaeddin Mohammed Hussein (25) yang terkena peluru karet di Alexandria ketika protes mulai menyebar dari Kairo ke kota lainnya.

Kementrian kesehatan mengumumkan bahwa sekitar 750 orang terluka dalam bentrokan di lapangan Tahrir saat aksi protes menyebar ke Alexandria, Aswan dan Suez.  Seorang polisi menembakkan peluru karet dari kendaraan lapis baja ke arah kerumunan di lapangan Tahrir.

Puluhan demonstran mencoba menyerbu ke gedung Kementrian Dalam Negeri dekat lapangan Tahrir di pusat Kairo, namun dihentikan oleh polisi anti-huru-hara yang ditempatkan di sekitar gedung.  Pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah kerumunan pendemo.

Semua toko yang berlokasi di dekat alun-alun Tahrir telah tutup.

Putaran terakhir bentrokan meletus pada Sabtu (19/11/2011) setelah polisi militer mencoba untuk membersihkan alun-alun Tahrir saat pendemo menduduki lapangan tersebut setelah protes massa pada Jumat dengan partisipasi dari puluhan ribu warga Mesir.  Mobil polisi dibakar dan demonstran melemparkan batu ke arah mereka.

Pada Minggu (20/11), pemerintah Mesir mengadakan pertemuan darurat di bawah Perdana Menteri Essam Sharaf untuk menilai situasi saat ini di Mesir.  Pertemuan difokuskan pada cara memulihkan keamanan dan stabilitas di jalan-jalan Mesir dan langkah-langkah untuk mengamankan TPS dari tahap pertama pemilihan parlemen yang akan dimulai pada 28 November mendatang.

Dewan militer menekankan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu bahwa pemilihan parlemen akan tetap diselenggarakan seperti yang direncanakan.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...