Berita Dunia Islam Terdepan

Kemhan telusuri keberadaan ruko OPM di Amsterdam

3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sebuah ruko yang dipenuhi atribut dan bahkan mendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM) diketahui berada di Amsterdam, Belanda. Terhadap hal ini, pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan melakukan penelusuran melalui atase pertahanan di sana.

“Kita akan gerakkan Atase Pertahanan di sana,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik (Kapuskom) Kemhan, Brigjen Hartind Asrin saat dihubungi detikcom, Senin (21/11/2011).

Tidak hanya itu, Hartind juga menyatakan, pihaknya akan mengecek langsung kepada Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI untuk menyelidiki lebih lanjut keberadaan ‘kantor’ OPM di Amsterdam tersebut.

“Kita akan cek melalui Bais TNI,” tuturnya.

Bahkan, jika informasi yang didapat mencukupi, pemerintah RI melalui KBRI yang ada di Amsterdam akan mengklarifikasi ke pemerintah Belanda.

“Nanti kita bisa klarifikasi ke pemerintah Belanda,” tandas Hartind.

Sebelumnya diberitakn, Sejumlah atribut mengenai Organisasi Papua Merdeka (OPM) beredar di sebuah etalase toko di Amsterdam, Belanda. Tidak hanya atribut, toko ini pun menampung donasi dari berbagai pihak untuk mendukung kegiatan OPM di luar negeri.

Cerita ini disampaikan staf khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi, Jackson Kumaat yang kebetulan tengah berada di Negeri Kincir Angin tersebut. Jackson menceritakan, atribut-atribut yang ia lihat ini berada di sebuah bangunan ruko beralamat di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda.

“Bagi sebagian besar warga Belanda yang tinggal di Belanda, kebebasan berekspresi dan pluralisme merupakan sikap yang dijunjung. Tapi bagi saya, pemasangan bendera OPM di sebuah bangunan ruko di Filiaal 0024 Kalverstraat 71 Amsterdam Belanda ini, merupakan ‘sinyal bahaya’ dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Jackson dalam surat elektroniknya ke detikcom, Senin (21/11/2011).

Di toko itu, Jackson melihat berbagai atribut Papua Merdeka. Mulai dari bendera, spanduk, poster, cindera mata dan foto-foto yang mengisahkan perjalanan menuju kemerdekaan Papua.

Toko tersebut, jelas Jackson, mirip sebuah kantor LSM. Bukan hanya menampilkan atribut-atribut OPM, ruko ini juga menerima donasi atau sumbangan bagi kegiatan lobi Papua Merdeka di luar negeri, khususnya di Belanda. (dtk/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...