Berita Dunia Islam Terdepan

Demonstrasi massal di lapangan at-Tahrir merembet ke kota-kota lain

5

KAIRO (Arrahmah.com) – Meski taghut Husni laa-Mubarak telah tumbang, revolusi rakyat di Mesir nampaknya masih jauh dari kata selesai. Pemerintahan Dewan Militer yang pro-Israel dan Barat masih mencerminkan pemerintahan boneka yang bekerja untuk kepentingan Israel, Amerika, dan Barat, ketimbang memenuhi harapan rakyat Mesir.

Demonstrasi terbesar rakyat di lapangan at-Tahrir yang didukung oleh semua elemen politik di Mesir pada hari Sabtu (19/11/2011) kemarin telah menunjukkan kepada dunia internasional bahwa rakyat Mesir masih terus berjuang demi menumbangkan pemerintahan boneka yang menjajah rakyatnya sendiri. Tindakan represif aparat keamanan dan intelijen Mesir terhadap para demonstran telah menimbulkan bentrokan tak seimbang. Lebih dari lima ratus demonstran mengalami luka-luka dan seorang lainnya bahkan tewas. Puluhan demonstran ditangkap dan banyak di antaranya ‘hilang’ tanpa ada kejelasan beritanya.

Kemarahan rakyat Mesir kepada penguasa Dewan Militer yang hanya melanjutkan kebijaksanaan Husni Laa-Mubarak tidak bisa ditahan lagi. Tindakan represif aparat keamanan dan intelijen Mesir di lapangan at-Tahrir telah memicu solidaritas rakyat Mesir. Demonstrasi rakyat mulai merambah ke wilayah-wilayah lain.

Di lapangan al-Arbain, Suez, pada Sabtu sore kemarin puluhan ribu rakyat tumpah ruah dalam demonstrasi mendukung para demonstran di lapangan at-Tahrir dan mengecam kebrutalan pihak aparat keamanan dan intelijen Mesir.

Di propinsi Ismailiyah, puluhan pemuda menggelar demonstrasi di lapangan al-Mamar di jantung kota. Mereka menyuarakan dukungan kepada para korban demonstran di lapangan at-Tahrir dan mengecam keras kebiadaban aparat keamanan Mesir. Para demonstran mengangkat spanduk-spanduk yang berisi kecaman kepada aparat keamanan, Dewan Militer, dan menuntut penyerahan kekuasaan kepada pihak sipil.

Di lapangan asy-Syuhada’, Suez, warga juga menggelar demonstrasi serupa. Aparat keamanan mengerahkan tiga tank dan kesatuan polisi militer untuk mencegah demonstari yang lebih besar. Namun jumlah demonstran terus bertambah, sehingga aparat keamanan juga menambah personilnya untuk menjaga bank-bank dan fasilitas umum.

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...