Berita Dunia Islam Terdepan

Khaddam: Nasib Asad akan berakhir dengan pelarian atau penyeretan di jalanan

3

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mantan wakil presiden era rezim Hafizh Asad, Abdul Halim Khaddam, menegaskan bahwa pada akhirnya nasib Bashar Asad akan berkesudahan sebagai pelarian politik ke luar negeri atau diseret di jalanan oleh para revolusioner rakyat sebagaimana nasib tragis yang dialami oleh taghut Libya, Moammar Qaddafi. Menurutnya, Asad tidak aka mampu bertahan lama di atas kursi kekuasaannya saat ini.

Khaddam menegaskan hal itu dalam sebuah wawancara dengan koran Kuwait, Shahefa, pada hari Kamis (17/11/2001). Ia mengungkapkan rezim Suriah saat ini merupakan penyebab terjadinya krisis bangsa yang sangat pahit. Bagaimana kelompok Alawiyin (Nushairiyah) yang hanya berjumlah 5 sampai 6 persen dari keseluruhan penduduk Suriah, menjadi penguasa atas 90 persen muslim ahlus sunnah Suriah? Tirani kelompok minoritas atas mayoritas penduduk Suriah ini telah mengakibatkan penindasan dan kebiadaban yang tak berperi kemanusiaan terhadap rakyat yang menginginkan kemerdekaan dan keadilan.

Khaddam ketika bersama Asad

Khaddam mengungkapkan bahwa mayoritas kelompok Alawiyyin sendiri mendukung mundurnya Bashar Asad dari kursi kekuasaan. Namun mereka tidak berani memberikan dukungan kepada revolusi yang didukung oleh 90 persen penduduk Suriah, karena khawatir atas keselamatan nyawa mereka.

Kepada koran Shahefa, Khaddam mengungkapkan, “Sudah sama-sama diketahui di Suriah bahwa jika ada dua orang yang menulis artikel di media massa yang berisi kritikan terhadap rezim Suriah, penulis pertama orang sunni dan penulis kedua orang Alawi. Maka hukuman untuk orang Alawi akan lebih berat, karena rezim Asad menuntut semua orang Alawi untuk memberikan loyalitas buta kepadanya.”

Orang-orang Alawiyyin berada dalam ketakutan atas kemungkinan tindakan biadab rezim Asad kepada mereka, jika mereka memberikan dukungan kepada revolusi mayoritas penduduk ahlus sunnah Suriah. Meski demikian, Khaddam mengungkapkan bahwa ia tengah menjalin komunikasi dengan orang-orang Alawiyyin, dan mendorong mereka untuk mendukung revolusi rakyat Suriah tanpa takut-takut lagi.

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...