Berita Dunia Islam Terdepan

Kian brutal, pemukim ekstrim Yahudi serang keluarga Palestina dengan tembakan gas air mata

3

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Tiga serangan terpisah oleh pemukim ekstrim Yahudi pada Selasa malam dan Rabu pagi telah menewaskan seorang warga Palestina dan melukai tiga lainnya di wilayah terpisah di Tepi Barat.

Pada Selasa (8/11/2011) malam, seorang warga Palestina yang diidentifikasikan sebagai Abdul Muttaleb Hakim ditabrak oleh ekstrimis Yahudi dengan mobilnya, menewaskan dia seketika.  Ekstrimis Yahudi itu meninggalkan lokasi kejadian tanpa diidentifikasi dan polisi Zionis Israel yang dipanggil ke tempat kejadian tidak berusaha untuk menangkap pelaku.

Dalam insiden terpisah pada Rabu (9/11) sesaat sebelum fajar, sekelompok pemukim ekstrim Yahudi membakar mobil-mobil milik penduduk Palestina yang diparkir di dekat Hebron, Tepi Barat selatan.

Menurut sumber setempat, tiga mobil milik Habes Husein Baragheeth, Suheil Muhammad Hussein Baragheeth dan saudaranya Yousef, benar-benar dihancurkan oleh api.  Grafiti anti-Palestina ditemukan di dinding di samping mobil-mobil yang terbakar.

Grafiti bertuliskan “price tag” yang merupakan istilah yang sering digunakan oleh ekstrimis Yahudi yang berdalih bahwa penduduk Palestina hidup di tanah yang seharusnya milik mereka (ekstrimis Yahudi) dan para ekstrimis bersenjata itu berupaya dengan segala macam cara untuk merampasnya.

Dan dalam serangan lainnya oleh ekstrimis Yahudi pada Rabu pagi, sekelompok ekstrimis Yahudi dari pemukiman ilegal Etzion di dekat Bethlehem, menembakkan gas air mata ke arah keluarga Palestina di desa Artas.  seorang anak berusia sepuluh tahun di antara mereka yang diserang dan ia kini dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Beit Jala setelah menghirup gas air mata.

Keluarga yang diserang adalah kerabat Jamal Jaber Asaad yang ditangkap bersama istri dan adiknya saat merawat pohon-pohon zaitun milik mereka.  Tanah keluarga Asaad berdiri di dekat pemukiman ilegal Etzion yang ingin memperluas pemukiman mereka lebih jauh menuju desa Artas. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...