Berita Dunia Islam Terdepan

Malam takbiran, 29 demonstran muslim tewas oleh peluru rezim Suriah

2

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Jumlah korban tewas di pihak demonstran muslim sunni di beberapa tempat terpisah di Suriah pada Sabtu malam (5/11/2011)meningkat menjadi 29 orang. Sebanyak 20 orang di antaranya tewas oleh peluru aparat rezim Suriah yang mengepung provinsi Homsh.

Sebelumnya aliansi demonstran lokal menyebutkan bahwa sebanyak 27 warga sipil muslim sunni tewas oleh tembakan tank militer rezim Suriah. Namun laporan terakhir aliansi demonstran nasional menyebutkan jumlah korban tewas bertambah dua orang. Laporan itu juga menyebutkan sebanyak 20 orang di antaranya tewas dalam penyerbuan tank-tank militer terhadap para demonstran muslim sunni di provinsi Homsh.

Para aktivis demonstran Homsh melaporkan dari lapangan bahwa bangunan-bangunan terbakar hebat oleh gempuran tank, roti habis, dan para korban yang tertembak berjatuhan di jalan raya, lalu mati pelan-pelan akibat luka parah tanpa ada tenaga medis dan kemanusiaan yang bisa mengevakuasi mereka. Tembakan tank-tank militer terkonsentrasi ke distrik Bab Amru, sebuah kampung warga miskin yang berjarak beberapa kilometer dari pusat kota Homsh. Aparat militer rezim Nushairiyah Suriah menuding Homsh sebagai tempat persembunyian para tentara yang desersi dan memihak para demonstran muslim sunni.

Rami Abdurrahman, seorang tokoh oposisi pemerintah yang berada dalam pembuangan menuturkan kepada Reuters bahwa kondisi provinsi Homsh sangat mencekam. Tembakan tank setiap saat menyalak, warga merasakan ketakutan, dan mereka kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.

Lembaga pengawas kemanusiaan Suriah juga melaporkan bahwa ribuan warga muslim di distrik Khan Syaikhun mengiringi pemakaman jenazah seorang tentara berusia 20 tahun dan seorang polisi yang dihukum mati oleh rezim Suriah, karena menolak perintah rezim untuk menembak mati para demonstran hari Jum’at (4/11/2011) yang lalu. Meski di atas kertas pada hari Rabu (2/11/2011) Bashar Asad telah menerima proposal penghentian kekerasan yang diajukan Liga Arab, namun realita di lapangan membuktikan mesin perang militer rezim Asad tak pernah berhenti membantai demonstran muslim sunni Suriah.

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...