Berita Dunia Islam Terdepan

OMMA : Enam tentara teroris NATO-Afghan tewas, tiga terluka dalam pertempuran sengit di Kunar

5

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Sedikitnya enam tentara teroris NATO-Afghan tewas dan tiga terluka parah dalam pertempuran sengit yang terjadi di provinsi Kunar pada Selasa (18/10/2011).  Laporan menambahkan bahwa pertempuran berlangsung sekitar pukul 14.00 waktu setempat hingga 17.00 di distrik Nari.  Kubu Mujahidin tidak mengalami kerugian dalam pertempuran ini.

Dua tentara boneka tewas dan satu terluka pada Selasa (18/10) dalam sebuah serangan bom ranjau yang merobek kendaraan mereka di distrik Sabro, provinsi Khost.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang pusat pemerintahan boneka di distrik Giro, provinsi Ghazni dengan misil dan mortir, namun tidak diketahui berapa banyak korban tewas atau terluka dalam serangan ini.

Terdapat laporan dari provinsi Logar bahwa lebih dari lima tentara penjajah AS tewas dan tujuh terluka parah dengan satu tank mereka hancur dalam serangkaian serangan yang dilancarkan oleh Mujahidin di berbagai wilayah berbeda di provinsi tersebut.  Dua tentara penjajah AS dilaporkan tewas dan tiga terluka ketika Mujhaidin menembak tank mereka di distrik Charkh sekitar pukul 10.00 waktu setempat.  Beberapa saat kemudian, bom ranjau meledak di dekat patroli berjalan kaki tentara penjajah, menewaskan satu tentara penjajah dan melukai seorang lainnya di daerah yang sama.  Insiden lainnya, Mujahidin menyergap patroli berjalan kaki musuh di distrik Khusi, menewaskan dua tentara penjajah AS dan melukai tiga lainnya sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

Dalam operasi lain, pada Selasa siang, menurut laporan yang datang dari Nangarhar, sebuah ledakan bom ranjau menyergap konvoy tentara penjajah AS, menghancurkan satu tank, menewaskan dua tentara penjajah AS dan melukai tiga lainnya.  Peristiwa terjadi di distrik Khoigani.

Sedikitnya dua tentara boneka tewas dan seorang terluka pada Selasa saat Mujahidin menyergap pasukan boneka yang akhirnya meletuskan pertempuran selama satu setengah jam di distrik Zazi Ayub, provinsi Paktia.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...