Berita Dunia Islam Terdepan

Kepala BIN baru janji tak beri toleransi Intelejen bekerja diluar kewenangan UU Intelejen (?)

5

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah resmi dilantik menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN),  Letnan Jenderal Marciano Norman berjanji tak akan memberikan toleransi apapun untuk bekerja di luar kewenangan yang diberikan UU Intelejen.

Lebihlanjut Marciano mengatakan bahwa ia akan segera berkoordinasi dengan lembaga lain untuk memperkuat intelijen negara.

“Selaku Kepala BIN yang baru, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bersinergi dengan semua pihak. Apakah itu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Kepolisian, TNI dan lainnya,” kata Marciano usaipelantikan di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (19/10/2011).

Menurut mantan Panglima Kodam Jaya ini, dirinya harus segera menjabarkan perintah-perintah khusus yang diberikan oleh SBY.

“Ada beberapa poin yang harus segera saya jabarkan dan itu akan saya kerjakan,” kata dia.

Menurut dia, tugas yang diembannya itu tidak sebatas mendeteksi dan menangkal ancaman negara dari jaringan terorisme. Namun, cakupan kinerja intelijen yang dia pimpin itu lebih luas lagi.

“Terorisme itu hanya sebagian saja, yang lain-lain juga masih banyak masalah yang harus mendapatkan perhatian dari kita. Kita harus mempelajari dari semua bidang, apakah itu permasalahan ekonomi, apakah itu permasalahan teror, apakah masalah-masalah separatis, dan lain sebagainya. Itu kita cari. Kemungkinan itu ada dan tidak. Mana yang makin menonjol ya itu yang berusaha kita tekan.”

Menanggapi UU Intelijen yang baru saja disahkan, Marciano berjanji untuk tak memberikan toleransi pada Intelejen untuk bekerja diluar kewenangan yang diberikan UU tersebut.

“Kemarin baru saja itu menjadi undang-undang dan UU itu sebagai pedoman kerja kita. Selain itu lebih baik saya tidak akan memberikan toleransi apapun untuk bekerja di luar kewenangan yang diberikan UU itu.”

Seiring berjalannya waktu, mari kita buktikan apakah janji Kepala BIN yang baru tersebut benar-benar terpenuhi ataukah hanya isapan jempol sehingga memungkinkan BIN menjadi alat bagi pemegang kekuasaan untuk mengkriminalisasikan rakyatnya. Wallohua’lam.  (dbs/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...