Berita Dunia Islam Terdepan

Habib Rizieq Syihab: “Deradikalisasi tak hanya lenyapkan jihad dan syariat, tapi ingin merubah agama”

2

BEKASI (Arrahmah.com) – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengungkapkan langkah deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berdasarkan hasil penelitian Setara Institute sangat membahayakan. Alih-alih mengaku ingin meredam aksi terorisme, langkah Deradikalisasi ini justru ingin merubah agama.

“Deradikalisasi bukan saja melenyapkan jihad, tapi juga melenyapkan syariat dan ingin merubah agama.” Kata Habib Rizieq Dalam kuliah umum ilmiah bertema “Memerangi Syariat Islam dengan Deradikalisasi” di Masjid Muhammad Ramadhan, pada Ahad (9/10/2011).

Tolak ukur poin yang dijadikan kriteria fundamentalis dari kacamata Setara Institute adalah fundamentalis berarti berpedoman kepada Al Qur’an, padahal itu bagian dari kewajiban umat muslim.

“Dari laporan setara Institute, umat Islam yang menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman disebut fundamentalis,” tambahnya.

Dalam pemaparannya diungkapkan bahwa Setara Institute juga menuding penafsiran para ulama salaf adalah pemicu dari munculnya tindak kekerasan atas nama agama. Maka tidak heran salah satu butir yang diambil BNPT dalam program deradikalisasi adalah menindak dengan tegas pelaku kekerasan atas nama agama.

Konyolnya, satu kriteria yang terdengar lucu dari riset yang dibiayai lembaga dari Amerika, United States Agency for International Development (USAID) itu bahkan memperhitungkan penamaan. Diungkapkan penamaan kelompok, organisasi, jama’ah muslim yang jelas-jelas mengambil dari Al Qur’an masuk ke dalam kategori fundamentalis.

“Berarti menurut Setara Institute, Muhammadiyyah juga fundamentalis, karena nama Muhammad diambil dari Al Qur’an. Tapi kalau pakai nama Setara Institute tidak radikal, termasuk Forum Homoseks,” kata Habib disambut tawa para Jama’ah.

Maka itu tujuan dari deradikalisasi ini memang akan merubah agama. Deradikalisasi nanti tidak akan lagi mempersoalkan atheisme dan murtad, karena itu bagian dari kebebasan beragama.

Selain itu, Habib Rizieq juga menyepakati wacana yang diungkapkan Munarman terkait diperlukannya mujahidin menyusun daftar pencarian orang (DPO) terhadap orang-orang yang berbahaya bagi Islam, dimana daftar list tersebut harus disusun oleh ulama yang berkompeten berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan Sunnah.

“Para mujahidin itu saat ini seharusnya sudah membuat daftar list. Siapa sih sebetulnya musuh-musuh Islam? Siapa sih sebetulnya orang-orang yang darahnya untuk ditumpahkan? Siapa sih orang-orang yang harus dihabisi? Tapi tentunya kita tidak sembarangan membuat daftar itu, sesui dengan dalil-dalil Al-Qur’an maupun As-Sunnah,” tegasnya.

Lebih lanjut Habib Rizieq juga memaparkan, berdasarkan dalil-dalil shahih dalam Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang halal darahnya untuk ditumpahkan antara lain: para penghina Allah SWT, penghujat Nabi SAW, penghina Al-Qur’an, pembunuh ulama dan pembantai umat Islam.

Dalam menghadapi orang-orang berbahaya tersebut, Habib Rizieq mengimbau agar umat Islam tidak tercerai-berai dan menyibukkan diri dengan permusuhan karena khilafiyah. Umat Islam harus merapatkan shaff ukhuwah Islamiyah dan fokus menghadapi musuh bersama umat Islam.

“Jadi kita mestinya harus lebih fokus, betul-betul lebih fokus, kita bidikkan senjata dan amunisi kita kepada orang-orang yang betul-betul nyata sudah menjadi musuh Allah dan Rasul-Nya,” tandasnya.

Bahkan Habib mengingatkan para musuh Islam agar jangan semena-mena menzalimi dan memusuhi Islam. Bila musuh-musuh Islam itu bisa main culik, hantam dan bunuh terhadap aktivis Islam, maka mujahidin pun tidak pernah takut untuk berbuat sama.

“Jadi jangan pernah kita takut, kalau mereka bisa culik kita, kita juga bisa kok culik mereka. Mereka bisa bunuh kita, kita juga bisa kok bunuh mereka. Mereka bisa hantam kita, kita juga bisa kok hantam mereka. Mereka bisa angkat senjata, menodongkan senjata ke arah kita, kita juga bisa menodongkan senjata ke arah mereka. Bukan mereka saja yang bisa lakukan itu saudara,” ujarnya di hadapan seribuan jamaah kajian yang diadakan oleh Majelis Ilmu Ar-Royyan itu.

“Ini pesan yang Allah Ta’ala sampaikan dalam surat An-Nisa ayat 104, Jangan kau merasa rendah di hadapan musuh-musuhmu! Kalaupun kau sakit, mereka juga sakit seperti kamu sekalian, bahkan sakitnya mereka lebih daripada kita. Karena Allah nyatakan di dalam surat Ali Imran ayat 139, wa antumul a’launa, engkau lebih tinggi, lebih bagus, lebih istimewa dibandingkan musuh-musuhmu sekalian,” tegasnya. (dbs/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...