Berita Dunia Islam Terdepan

Pengkaitan DPO bom Cirebon dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir adalah black campaign

2

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pengakaitan kasus penangkapan DPO bom Cirebon dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir merupakan black campaign, pasalnya, Ustadz Abu Bakar Baasyir kini dalam proses banding atas kasusnya.

Sepeti yang diketahui Detasemen Khusus Anti Teror menangkap DPO Bom Cirebon, di dua lokasi yang berbeda, yakni di Bintara, Bekasi Barat, dan di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

“Pada hari Sabtu, tanggal 8 Oktober 2011 pukul 01.00, telah dilakukan penangkapan terhadap DPO (Daftar Pencarian Orang) Bom Cirebon. Yang bersangkutan ditangkap di wilayah Pasar Senen, Jakarta Pusat,” terang Juru Bicara Polri, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar, pada Sabtu (8/10/2011).

DPO Bom Cirebon yang ditangkap di Pasar Senen tersebut bernama Heru Komarudin alias Haekal alias Udin. Sedangkan penangkapan terhadap dua buron Bom Cirebon lainnya di Bintara, Bekasi Barat, terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari Ahad (9/10) tadi.

Sementara itu Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) menyatakan bahwa DPO bom Cirebon yang telah ditangkap Densus 88 yakni Beni Asri dan Heru Komarudin memang sempat menjadi anggota organisasi tersebut. Juru Bicara JAT, Sonhadi mengatakan, keduanya tercatat masuk organisasi pimpinan Ustadz Abu Bakar Baasyir sejak tahun 2010.

“Mereka akhirnya keluar pada Maret 2011 karena sudah tidak sejalan. Bahkan mereka mengkafirkan Ustadz ABB karena menggunakan TPM (Tim Pengacara Muslim) sebagai penasehat hukum,” kata Sonhadi pada Ahad (9/10).

“Mereka merasa sudah tidak cocok denhan perjuangan JAT,” imbuhnya.

Terkait hal tersebut JAT meminta kepolisian tidak selalu mengaitkan penangkapan terduga ‘teroris’ dengan organisasi pimpinan Ustadz Abu Bakar Baasyir tersebut.

“Ustadz (Abu Bakar Baasyir) meminta polisi profesional dalam menganalisa, hingga kini polisi masih mengaitkan terus dengan JAT bila ada penangkapan,” kata Sonhadi.

Sonhadi mengungkapkan bahwa pengakaitan kasus penangkapan dengan Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki itu sebagai “black campaign”. Pasalnya, Ustadz Abu Bakar Baasyir kini dalam proses banding atas kasusnya.

“Dulu saat vonis, M.Syarirf yang melakukan bom di Cirebon juga dikaitkan dengan Ustadz,” imbuhnya. (dbs/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...