Berita Dunia Islam Terdepan

Janji Obama tentang Palestina seperti ‘tong kosong nyaring bunyinya’

3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Untuk kesekian kalinya Amerika akan menggunakan hak istimewanya membela sekutunya zionis Israel. Muhammadiyah sangat menyesalkan keputusan Amerika Serikat yang menggunakan hak veto terhadap Palestina yang berniat masuk sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demikian yang diungkapkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.
“Kami sangat menyesalkan keputusan AS, seharusnya solusi dua negara sudah dapat menjadi kenyataan dan itu juga memang ide AS sendiri,” kata Din di Jakarta, Kamis (22/9/2011).

Din mengatakan bahwa jika Israel telah diakui dunia, maka Palestina juga harus diakui agar hal itu berkeadilan. Apa yang dilakukan oleh AS adalah bukti nyata bahwa AS masih memberlakukan standar ganda, dan jani-jani Obama tak ubahnya seperti tong kosong nyaring bunyinya.

“Itu menandakan standar ganda AS masih diberlakukan dan apa yang dinyatakan Obama dalam pidatonya di Kairo ternyata hanya omong belaka. Ini seharusnya menjadi penyelesaian yang tidak ada alasan untuk gagal,” tegas Din.

Menanggapi hal tersebut, Muhammadiyah berharap pemerintah Republik Indonesia konsisten dan konsekuen dalam memperjuangkan hak-hak Palestina di dunia internasional.

“Bila perlu Indonesia berada di garda depan memperjuangkan masuknya Palestina sebagai anggota PBB,” kata Din.

Din mengatakan, jika Palestina tetap tidak bisa masuk ke dalam keanggotaan PBB, maka hal itu akan mempengaruhi hubungan antara negara-negara Islam dengan AS. Lebih lanjut Din mengungkapkan baru-baru ini sejumlah menteri-menteri Palestina memutuskan, jika ada pengakuan bagi negara Palestina maka negara-negara Islam akan mengakui Israel.

 

Mengumbar janji sampai berbusa-busa hanya akan makin mempermalukan AS jika tak pernah ditepati. Berlagak sok menjadi negara adikuasa tapi nyatanya bertekuk lutut di hadapan negara kecil seperti Israel. Pamer-pamer teknologi persenjataan yang canggih nyatanya tak mampu menundukkan para mujahidin di negara miskin Afganistan. Apa yang masih diharapkan dunia pada AS, selain bualan dan omong kosong! (ans/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...