Berita Dunia Islam Terdepan

Tak salah Cina belajar atasi kemiskinan di Indonesia?

5

BOGOR (Arrahmah.com) – Pemerintah Cina melakukan upaya pembelajaran pengentasan kemiskinan di Indonesia untuk mengimbangi tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi di negeri Tirai Bambau tersebut. “Kami menilai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi ternyata belum bisa menjamin kesejahteraan rakyat, dan saat ini masih ada kesenjangan ekonomi,” kata Menteri Penanggulangan Kemiskinan China FAN Xiaojian dalam kunjungannya ke proyek PNPM di Bogor, Jumat (16/9/2011).

Ia menambahkan, pengentasan kemiskinan telah menjadi fokus rencana pembangunan pemerintah China. Terbukti, dalam tiga dekade terakhir Pemerintah China telah berhasil mengurangi rakyat miskin menjadi 26 juta.

“Pengentasan rakyat miskin juga harus didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang prorakyat seperti halnya yang dilakukan pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida S Alisjahbana mengatakan pemerintah Cina menjadikan Indonesia sebagai negara acuan untuk mengatasi berbagai permasalahan kemiskinan yang timbul akibat kesenjangan pendapatan.

Di Indonesia sendiri, angka kemiskinan dalam dua tahun terakhir terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai 31,02 juta (13,33 persen), turun 1,51 juta dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14,15 persen).

Selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang 0,81 juta (dari 11,91 juta pada Maret 2009 menjadi 11,10 juta pada Maret 2010), sementara di daerah perdesaan berkurang 0,69 juta orang (dari 20,62 juta pada Maret 2009 menjadi 19,93 juta pada Maret 2010).

Kemudian, pada Maret 2011, jumlah penduduk miskin di Indonesia berkurang menjadi 30,02 juta orang (12,49 persen), turun 1,00 juta orang (0,84 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2010 yang sebesar 31,02 juta orang (13,33 persen).

Selama periode Maret 2010?Maret 2011, penduduk miskin di daerah perkotaan berkurang sekitar 0,05 juta orang (dari 11,10 juta orang pada Maret 2010 menjadi 11,05 juta orang pada Maret 2011), sementara di daerah perdesaan berkurang sekitar 0,95 juta orang (dari 19,93 juta orang pada Maret 2010 menjadi 18,97 juta orang pada Maret 2011).

Armida menambahkan, penurunan angka kemiskinan yang berhasil dilalkukan pemerintah merupakan hasil dari program PNPM yang dijalankan pemerintah. “Program inilah yang dijadikani percontohan berbagai negara untuk mengatasi kemiskinan, salah satunya Cina,” ujarnya. (rep/ant/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...