Berita Dunia Islam Terdepan

Wakil Walikota Bandung larang warga santuni pengemis

3

BANDUNG (Arrahmah.com) – Pengemis, gelandangan, anak jalanan, atau apalah yang sejenis masih dipandang sebagai penyakit masyarakat. Itu mungkin yang mendorong Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda, melarang warga kasih sedekah kepada mereka.

“Menjelang Lebaran biasanya mereka mulai berdatangan ke jalan dan biasanya pula masyarakat memberi uang sedekah pada mereka, karena itu, lebih baik jangan diberi agar bisa mengurangi angka peningkatan penyakit masyarakat tersebut di jalanan,” katanya, di Bandung, Sabtu (20/8/2011).

Ia mengatakan, yang berdatangan tersebut kebanyakan warga dari luar Kota Bandung, dan ada juga masyarakat kurang mampu yang memanfaatkan momen Ramadhan ini.

“Saya sarankan pada masyarakat untuk memberikan sedekah pada rumah yatim piatu, rumah zakat, atau lembaga-lembaga lainnya yang siap menampung kedermawanan warga Kota Bandung,” katanya.

Dia katakan, pihaknya akan menanyakan data keberadaan anak jalanan yang kini berkembang pada Dinas Sosial Kota Bandung dan pihaknya bekerja sama dengan LSM-LSM terhadap pemantauan penyakit masyarakat itu.

Katanya, selain memantau pihak pemerintah juga akan melakukan pengarahan dan pembelajaran bagai anak-anak jalanan juga orang tua anak jalanan tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Deni Rudiana, mengatakan masalah anak jalanan tersebut tidak lepas dari kurangnya implementasi Peraturan Daerah (Perda) yang ada.

“Sebenarnya kalau peraturan itu benar-benar dijalankan maka anak jalanan, pengemis, gelandangan bisa diatasi dengan mudah, dan saya menyarankan kalau mereka itu jangan hanya dirazia atau ditangkap sedangkan akhirnya mereka dilepas lagi,” katanya.

Sebagai dewan, Deni menyarankan agar Pemkot melakukan pula kerjasama dengan masyarakat Bandung yang mampu untuk mengeluarkan dana sumbangan bagi rumah sosial yang ada, sehingga anak jalanan dan lainnya bisa ditampung oleh rumah sosial tersebut.

“Masalahnya kan dana, rumah sosial perlu dana untuk mengurus anak jalanan dan lainnya sedangkan Pemkot mungkin kurang anggarannya untuk itu, karena itu coba minta bantuan juga dari masyarakat Bandung yang mampu dan saya yakin banyak masyarakat Bandung yang bisa menyumbangkan hartanya itu,” katanya.

Dengan begitu, ia yakin anak jalanan, pengemis, dan gelandangan yang ada di rumah sosial tersebut bisa merasa nyaman dan merasa diperhatikan. (ant/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...