Berita Dunia Islam Terdepan

Wawancara bersama Mujahid Chechnya

5

Segala Puji bagi Allah Rabb Semesta Alam, Sholawat dan Salam semoga terlimpah kepada Muhammad beserta keluarga beliau, wa ba’du:

Saya (Al-Battar) telah melakukan Wawancara pada tanggal 5 Juli 2011 bersama salah satu Mujahidin Chechnya dan kami sempat membahas beberapa hal penting yang terjadi di sana, semoga hal ini bisa bermanfaat dan mendatangkan kebaikan.

Al-Battar : Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Zaliem As-Syisyany : Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Al-Battar : Bisakah dijelaskan sedikit mengenai awal-awal Jihad Antum di Chechnya

Zaliem As-Syisyany : Pertama-tama, segala Puji bagi Allah atas kenikmatan Jihad ini. Saya mulai berjihad setahun setelah syahidnya Komandan Khottob -rahimahullah-, saya ikut berperang pada saat masanya Abu Walid Al-Ghomidy, Syamil Basayef, Abdul Haliem dan Dokku Umarov hingga kemudian saya terluka sangat parah hingga kemudian harus dibawa ke luar Chechnya karena tidak adanya Pengobatan Medis yang memungkinkan yang dimiliki Mujahidin, dan sekarang sebagaimana antum lihat saya sudah membaik dan akan kembali untuk berjihad insya Allah.

Al-Battar : Menurut antum bagaimana kondisi Mujahidin pada zaman Komandan Khottob dan kondisi yang ada sekarang, dan logistik apa saja yang dibutuhkan ?

Zaliem As-Syisyany : Adapun kondisi Mujahidin di Chechnya pada zaman Komandan Khottob cukup bagus walaupun ada beberapa kendala akan tetapi bantuan materi terus mengalir alhamdulillah. Akan tetapi kemudian sangat disayangkan bantuan itu berhenti setelah syahidnya Komandan Abu Walid Al-Ghomidy rahimahullah dan tidak ada bantuan lagi yang datang kecuali sedikit dan itu tidak mencukupi, maka keadaan Mujahidin sekarang sangat sulit sekali, mereka tidak memiliki makanan maupun simpanan makanan yang cukup karena bantuan terhenti total dari seluruh kaum muslimin dari negeri arab khususnya dan kami tidak pernah mendapatkan bantuan lagi sepeninggal syahidnya Abu Walid, di saat bantuan yang kami terima sedikit, kami mendapatkan pendapatan dari hasil Ghonimah dengan melakukan Amaliyah Penawanan dan Penculikan beberapa Murtadin maupun Kafirin untuk mendapatkan Tebusan demi tetap eksisnya Jihad di Chechnya. Adapun mengenai makanan, kami hanya mempunyai sedikit makanan, dan seringnya kami berperang dan berjalan menyusuri pegunungan dalam keadaan lapar dan haus, apalagi kami pun berperang di musim dingin yang keadaannya sangat sangat sulit sekali, yang mana seseorang tidak akan bisa bersabar kecuali orang-orang yang memiliki Iman setinggi gunung, di sinilah kami bertanya-tanya “Dimanakah perhatian Kaum Muslimin terhadap kami…???”

Al-Battar : Naungan Allah semoga selalu bersama kalian, lantas apa pendapat antum tentang Pemerintahan-pemerintahan Arab yang mengaku menegakkan Syari’ah, apakah mereka berada di pihak kalian atau tidak ?

Zaliem As-Syisyany : Sangat disayangkan bahwa pemerintahan-pemerintahan Arab mereka berada di pihak Orang Kafir dan mereka bahkan ikut menolong Orang-orang Kafir itu dalam memerangi Kaum Muslimin di Afghanistan, Iraq, Chechnya. Tidak ada bedanya mereka dengan Si Murtad Qodirov yang mana ia adalah “Istri Putin (Presiden Rusia)”, kita semua tahu bagaimana Raja Saudi menjamu Qodirov dan mengajaknya ke Ka’bah yang mulia, dimana hal itu membuat kami sangat sedih sekali, khususnya setelah ia meyakinkan para Ahlu Sufi di daerah kami dengan menyanjung dan memuliakan si Murtad Qodirov itu. Kami pun juga tidak akan pernah lupa bagaimana Raja Abdullah Saudi mengunjungi Putin di Moskow dan tidak mau ikut campur tangan dalam masalah Chechnya, mengulangi apa yang telah dikatakan Hamas bahwa Chechnya adalah masalah dalam negeri Rusia semata, begitu juga mereka telah menjual Chechnya kepada Rusia demi kesepakatan yang terjalin di antara mereka, dan Hasbunallah, cukuplah Allah bagi kami. Setelah terjadi kemenangan-kemenangan yang meletus di Jazirah Arab sangat disayangkan kini mereka menjadi corong dalam mendukung Kekufuran Internasional melawan Negeri-negeri Islam Kaum Muslimin. Dan yang sangat menyakitkan kami adalah sikap beberapa Ulama yang bergelut dengan Ilmu Syar’ie, mereka justru bermudahanah / bersikap lunak terhadap Para Thoghut di Negeri Haromain, dan setiap Thoghut itu mereka selalu bersikap acuh terhadap permasalahan Chechnya maupun Mujahidin, baik itu yang berada di Chechnya maupun ditempat-tempat lainnya. Hampir-hampir kami memandang mereka memeluk agama lain dan mengingkari kejahatan Rusia di Chechnya, akan tetapi apabila yang terjadi sebaliknya maka mereka berlomba-lomba menolak dan mengutuk Amaliyah Metro di Moskow dimana sampai mereka berkumpul di Turki demi mendapat keridhoan tuan-tuan mereka para Kafirin. Wallahul Musta’an…!!!

Al-Battar : Apakah kalian menjalin hubungan dengan Para Mujahidin di Tandhim Al-Qaidah dan Taliban di Afghanistan, dan apakah kalian berbeda manhaj dengan mereka sebagaimana yang dibicarakan sebagian Kaum Muslimin, ataukah kalian juga sama dalam Manhaj Jihady yang ditempuh…???

Zaliem As-Syisyany : Ya, kami menjalin hubungan dengan Mujahidin di Afghanistan, dari segi personel beberapa Ikhwah disini mereka berjihad di Afghanistan dan begitu juga sebaliknya, akan tetapi dari segi dukungan, kami tidak mendapatkan dukungan sebagaimana yang mereka peroleh, Wallahu A’lam. Adapun Manhaj dan Pemikiran, YA, baik kami maupun mereka berada dalam Manhaj yang sama, jalan kita pun sama, kami tidak peduli dengan mereka-mereka yang mencoba untuk memecah belah diantara Mujahidin, kita semua tujuannya satu, tujuan akhirnya pun satu, yaitu Menegakkan Syariat Allah dan Mendirikan Daulah Khilafah.

Al-Battar : Saya berharap antum bisa menceritakan mengenai Pengalaman Jihad antum di Chechnya, dan ceritakan sedikit tentang keadaan Para Mujahidin di Kaukasus seluruhnya dan di Chechnya pada khususnya…!!!

Zaliem As-Syisyany : Iya Akhy, secara singkat keadaan Jihad di Dagestan cukup baik Alhamdulillah, Para Pemuda Dagestan mereka terpelajar dan banyak membawa kebaikan hingga penerimaan terhadap Jihad disana cukup bagus bahkan sampai kesini di Chechnya ini, adapun keadaan di Inguesia dan Kabardino alhamdulillah lumayan, sedangkan yang di Chechnya sangat buruk akhy keadaan para Mujahidin di sini, Para Mujahidin di sini sangat membutuhkan beberapa Peralatan Penting yang kami tidak punya tapi sangat dibutuhkan di sini seperti penerangan malam hari dan beberapa peralatan penting lainnya, karena sebagaimana diketahui bahwa Rusia telah mengepung Wilayah Chechnya dari segala penjuru hingga kami tidak mendapatkan jalan untuk keluar, khususnya di daerah Georgia, perbatasan di sana ketat sekali, sedangkan para mujahidin dalam kondisi kekurangan makanan dan perbekalan serta membutuhkan dukungan. Oleh karena itu kami meminta kepada kaum Muslimin untuk melaksanakan Sebuah Kewajiban yang telah diwajibkan oleh Allah kepada mereka yaitu Jihad Harta. Beginilah kondisinya, adapun pengalaman saya Alhamdulillah merupakan hal yang paling bahagia dalam hidup saya, karena Allah telah memuliakan saya dengan Jihad dan bergabung bersama saudara-saudara saya dalam Jihad ini walaupun kami dilanda kelaparan dan kekurangan perbekalan.

Al-Battar : Apa pesan terakhir antum yang ditujukan kepada Ummat Muslimin seluruhnya dan Negeri Arab khususnya…???

Zaliem As-Syisyany : Saya di sini tidak berbicara sebagai perwakilan Mujahidin di Kaukasus, akan tetapi saya berbicara dari apa yang ada dalam benak para Mujahid. Adapun pesan saya kepada Kaum Muslimin keseluruhan, hendaknya mereka untuk selalu berusaha berada dalam posisi bersama kami dan menjadi penolong kami dengan segala sesuatunya, khususnya dukungan dana dan Para Pelajar Ilmu Syar’ie, karena sebagaimana kalian ketahui bahwa di sini kami hanya mempunyai seorang Syaikh, yaitu Abu Kholid Al-Liby, satu-satunya orang Arab yang bersama kami di Chechnya sini tapi tentunya sangat berbeda jauh antara beliau dengan Syaikh Abu Umar As-Saif rahimahullah… Adapun bagi Kaum Muslimin di Negeri Arab, saya katakan : Sangat disayangkan kami tidak melihat ada Dukungan dari kalian terhadap kami secara Materi selain hanya memberikan Fatwa Syar’ie dari beberapa Syaikh yang mencegah kebenaran dan hanya sedikit diantara mereka yang berada membela kami, diantaranya yaitu Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdese fakkallahu asrohu dan Syaikh Abu Basheer At-Thorthusy hafidzohullah, inilah yang membahayakan kami, Wallahu A’lam.

Al-Battar : Jazakallahu Khoiron Akhy semoga Allah menjaga antum dari segala yang tidak mengenakkan serta menolong kalian dan menetapkan bagi kami dan kalian Kekuasaan dan Kemenangan bagi Para Mujahidin serta menegakkan Daulah Khilafah di atas Manhaj Nubuwwah. Allahumma Amien.

Zaliem As-Syisyany : Allahumma Amien… Allahu Akbar…

Demikianlah dan jangan lupakan kami dalam Ketulusan Doa kalian
Saudara Kalian
Al-Battar As-Sunny
Penanggungjawab Kolom Suara Kaukasus di Forum Syumukhul Islam

Sumber: Forum Islam Al busyro

Baca artikel lainnya...