Berita Dunia Islam Terdepan

Supermarket AS hadapi kontroversi saat mengeluarkan produk Ramadhan

2

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Supermarket yang khusus menjual makanan di AS terjebak dalam perdebatan panas tentang keputusannya untuk mempromosikan produk Ramadhan khusus untuk Muslim yang tinggal di Amerika.

Kontroversi ini dimulai ketika Whole Foods menginstruksikan manajer wilayah untuk membawa dan mempromosikan produk halal bagi mereka yang merayakan Ramadhan bulan ini.

Langkah ini dilaporkan memicu kekhawatiran melalui beberapa blogger sayap kanan dan kaum Islamofobia di Amerika Serikat, yang menuduh supermarket ini mempromosikan tradisi Islam selama bulan Ramadhan.

Kritik dilaporkan membuat ketakutan sejumlah cabang Whole Foods di di Barat Daya, yang meliputi Louisiana, Texas, Arkansas, dan Oklahoma. Pimpinan Whole Foods cabang barat daya Amerika segera mengirim email pada bawahannya: “Kita tidak harus menyoroti Ramadhan di toko karena hal ini bisa dianggap ‘Merayakan atau mempromosikan’ Ramadhan,” menurut sebuah salah satu tulisan dalam blog Houston Press awal pekan ini.

Houston Press melaporkan bahwa tekanan yang membabi buta dari para blogger sayap kanan yang mengasosiasikan Ramadhan dan Muslim dengan terorisme dan burqa telah menyebabkan Whole Foods mengirim email “ke toko-toko di seluruh Amerika Serikat untuk tidak mempromosikan Ramadhan tahun ini.”

Namun, Whole Foods bersikeras pihaknya masih mempromosikan produk-produk halal bagi kaum Muslim.

“Kami sangat gembira menawarkan produk-produk halal bagi pembeli kami dan kami mendkukung mereka,” Whole Foods mengatakan menurut laporan NPR pada hari Rabu.

Ibrahim Hooper, direktur komunikasi nasional untuk Dewan Hubungan Amerika-Islam, mengatakan kepada MSNBC bahwa ia tidak terlalu prihatin dengan isu atau ancaman kaum ekstrimis sayap kanan. Ia menyatakan senang karena Whole Foods menawarkan makanan halal.

“Saya pikir itu hanya isu yang dikeluarkan satu kali oleh satu orang,” kata Hooper. “Yang penting adalah bahwa korporasi itu sendiri melakukan hal yang benar. Mereka harus mempromosikan tema dan produk yang diharapkan akan mendatangkan lebih banyak pelanggan.” (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...