Berita Dunia Islam Terdepan

Menurut Pengamat, Umar Patek bisa mengungkap jaringan Asia

3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Umar Patek, yang diduga telah membuat bahan peledak pada bom Bali 2002, telah diekstradisi ke Jakarta setelah lebih dari enam bulan ditangkap di barat laut Pakistan, lapor Al Jazeera.

Umar Patek, yang kepalanya dihadiahi 1 juta USD, dilaporkan tertangkap pada 25 Januari 2011 di kota Abbottabad, kota yang sama di mana Syeikh Usamah bin Ladin rahimahullah dilaporkan terbunuh dalam serangan AS.

Ansyad Mbai, Kepala Badan Nasional Penanggulangan “Terorisme” mengatakan kepada AP bahwa “bukan kebetulan Patek telah muncul di Abbottabad”.

“Patek sangat berharga bagi AS,” ujarnya pada Rabu (10/8) beberapa jam sebelum Umar Patek diberangkatkan ke Indonesia dari pangkalan udara Pakistan di luar Islamabad.

Umar Patek tiba di Jakarta pada Kamis (11/8/2011) pagi.

“Memang benar tadi pagi jam 07.00, tersangka Umar Patek yang dideportasi dari Pakistan ke Indonesia datang sampai di Halim jam 07.00. Dia sekarang sedang diproses dan dikirim ke Brimob Kelapa Dua untuk ditindaklanjuti,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/8), seperti yang dilansir Media Indonesia online.

Menurut salah seorang pengamat keamanan, Umar Patek merupakan salah satu orang yang mampu menjelaskan hubungan dan jangkauan kerjasama antara kelompok-kelompok bersenjata (baca : Mujahidin-red) di Asia.

Menurut TB Hasanuddin, asal aparat Indonesia mampu mengoreknya, Umar Patek merupakan sumber informasi yang sangat berharga. “Dia pasti tahu jaringan-jaringan ‘teroris’ di dunia, kemampuan mereka, sistem pelatihan, rekruitmen dan rencana-rencana operasinya,” tambah dia. Patek juga bisa membongkar jaringan lama “teror” di Indonesia yang bermetamorfosa menjadi sel-sel baru, lansir vivanews.

Selain Umar Patek, istrinya yang seorang warga negara Filipina, juga ikut ditahan di Kelapa Dua.  Belum jelas statusnya saat ini.

“Umar Patek sekarang di Kelapa Dua, sedang dilakukan pemeriksaan bersama istrinya yang WN Filipina,”  lanjut Irjen Anton Bachrul Alam.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...