Berita Dunia Islam Terdepan

AS luncurkan pesawat tanpa awak tercepat, namun hilang beberapa saat setelah ujicoba terbang

4

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Badan Penelitian Pertahanan AS meluncurkan pesawat tanpa awak berjenis Falcon Hypersonic Technology Vehicle 2 pada Kamis (11/8/2011) di Pangkalan Udara Vandenberg, California.

Pesawat tersebut bisa terbang dengan kecepatan 13.000 meter per jam (20 kali lebih cepat dari kecepatan suara) dengan temperatur 2.000 derajat Celcius. Guardian melansir, dalam waktu kurang dari satu jam, Falcon HTV-2 ini bisa terbang dari London menuju Sidney.

Pesawat Falcon pertama kali dimunculkan pada tahun 2003, sebagai salah satu proyek militer AS untuk mewujudkan pesawat yang bisa mengangkut bom dan mencapai tempat tujuan dalam waktu kurang satu jam.

Namun, beberapa saat setelah pesawat itu diujicobakan terbang di kawasan Pasifik, pejabat militer mengaku kehilangan kontak. Pesawat dinyatakan hilang 36 menit setelah diterbangkan

Hilangnya pesawat hipersonik ini merupakan pukulan serius bagi insinyur militer AS yang berusaha untuk menyempurnakan seni terbang pada kecepatan yang spektakuler. (althaf/arrahmah.com)WASHINGTON (Arrahmah.com) – Badan Penelitian Pertahanan AS meluncurkan pesawat tanpa awak berjenis Falcon Hypersonic Technology Vehicle 2 pada Kamis (11/8/2011) di Pangkalan Udara Vandenberg, California.

Pesawat tersebut bisa terbang dengan kecepatan 13.000 meter per jam (20 kali lebih cepat dari kecepatan suara) dengan temperatur 2.000 derajat Celcius. Guardian melansir, dalam waktu kurang dari satu jam, Falcon HTV-2 ini bisa terbang dari London menuju Sidney.

Pesawat Falcon pertama kali dimunculkan pada tahun 2003, sebagai salah satu proyek militer AS untuk mewujudkan pesawat yang bisa mengangkut bom dan mencapai tempat tujuan dalam waktu kurang satu jam.

Namun, beberapa saat setelah pesawat itu diujicobakan terbang di kawasan Pasifik, pejabat militer mengaku kehilangan kontak. Pesawat dinyatakan hilang 36 menit setelah diterbangkan

Hilangnya pesawat hipersonik ini merupakan pukulan serius bagi insinyur militer AS yang berusaha untuk menyempurnakan seni terbang pada kecepatan yang spektakuler. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...