Berita Dunia Islam Terdepan

Bahaya mudik dengan sepeda motor

pemudik lebaran
2

LAMPUNG (Arrahmah.com) – Kepolisian Resor Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengimbau pada pemudik yang menempuh perjalanan jarak jauh agar tidak menggunakan sepeda motor karena sangat rawan kecelakaan.
Kapolres Lampung Selatan, AKBP Bahagia Dachi, di Kalianda, Kamis (11/8/2011) menjelaskan bahwa kendaraan roda dua didesain bukan untuk menempuh perjalanan jarak jauh sehingga pemudik akan jauh lebih aman jika menggunakan kendaraan penumpang.

Selain itu berkendara roda dua menyebabkan lelah di perjalanan yang menyebabkan keseimbangan pengendara terganggu dan dikhawatirkan memicu hal-hal yang tidak diinginkan dalam perjalanan.

“Lebih berbahaya lagi bagi pemudik yang membawa keluarga dan anaknya serta barang bawaan,” terangnya.

Selain itu, pemudik roda dua sangat berbahaya saat melintasi jalan padat arus lalu lintas bersama kendaraan ukuran besar lainnya sementara dengan bawaan berat dan berboncengan kendaraan menjadi “limbung” saat bermanuver dan sulit dikendalikan pengendara.

Kendaraan roda dua juga mudah tergelincir saat permukaan badan jalan licin karena hujan, serta mudah oleng saat melintas permukaan jalan yang tidak rata di sepanjang jalur mudik.

“Sebagian besar kecelakaan lalu lintas dialami oleh pengendara roda dua saat angkutan Lebaran berlangsung,” terang dia.

Meskipun demikian, pihak kepolisian menerima penitipan kendaraan roda dua bagi pemudik yang akan menyeberang atau setelah menyeberang di Pelabuhan Bakauheni di Mapolres Lampung Selatan.

Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni Heru Purwanto, mengatakan, jumlah penumpang berupa sepeda motor yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tujuan Merak, Banten, diperkirakan meningkat hingga mencapai 60.000 unit pada saat arus mudik dan balik Lebaran 2011.

Pada 2009 jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 53.521 unit, dan pada 2010 sebanyak 55.816 unit. “Pada 2011 diprediksi akan mencapai 60.000 unit. Peningkatannya diperkirakan antara 10 sampai 15 persen dibandingkan dengan saat arus mudik dan balik Lebaran tahun lalu.

Heru mengungkapkan, pengguna sepeda motor saat arus mudik dan balik Lebaran setiap tahun terus meningkat, sehingga jumlah kendaraan pasti bertambah ketika menyeberang dari Sumatera ke Pulau Jawa. (ans/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...