Berita Dunia Islam Terdepan

Respon tragedi Xinjiang, militer Pakistan tindak ETIM?

2

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Militer Pakistan telah mengatakan pasukannya telah mengambil tindakan terhadap Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM) yang ada di wilayahnya, beberapa hari setelah Cina menyalahkan ETIM yang dilatih di Pakistan dalam serangan terakhir di kawasan Xinjiang.

“Tentara Pakistan telah melakukan dan akan melanjutkan operasi melawan ETIM,” juru bicara militer, Mayjen Athar Abbas, menyatakan kepada wartawan, dikutip DNA India pada Sabtu (7/8/2011).

“Cina selalu menghargai upaya Pakistan dalam perang melawan teror”, tambah Athar Abbas, tanpa mengungkapkan rincian di mana operasi militernya sedang berlangsung.

Sejumlah outlet media Barat dan pro-Barat mengklaim bahwa kader ETIM dilatih di kamp-kamp di wilayah persukuan Waziristan bersama dengan Taliban dan Al Qaeda.

Abbas mengatakan bahwa Hasan Mahsum, seorang anggota ETIM yang paling dicari, tewas di wilayah persukuan Pakistan pada Oktober 2003. Sementara itu, Abdul Haq al-Turkistani alias Miamaitming Maimaili (pemimpin ETIM), dibunuh oleh pasukan boneka Pakistan pada bulan Februari tahun ini.

“Kami akan terus bekerjasama di bidang operasi dan intelijen dalam melawan ancaman terorisme ini,” kata Abbas.

Beberapa jam setelah Cina menyalahkan ETIM yang melakukan pelatihan di Pakistan atas serangan di wilayah Xinjiang, Islamabad mengatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang “kerjasama penuh” dengan Beijing dalam melawan pemberontak ETIM.

Cina selalu menyalahkan gerakan dan kelompok Islam berada di balik serangan Xinjiang.

Sementara itu, Muslim Uighur, yang mendominasi populasi di Xinjiang, tidak pernah diperlakukan secara manusiawi oleh kontrol otoritas yang dipegang oleh minoritas etnis Han Cina. Kaum muslim di negeri Panda itu selalu menjadi korban diskriminasi kebijakan agama dan politik yang diberlakukan oleh Beijing.

Serangan terakhir di Xinjiang terjadi sehari setelah dua ledakan kecil yang menghantam Kashgar, sebuah kota didominasi oleh etnis Muslim Uighur. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...