Berita Dunia Islam Terdepan

OMMA : Sekitar 100 tentara penjajah dan anteknya tewas dan terluka dalam operasi di Uruzgan

5

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Rabu (27/7/2011) siang, sekelompok Mujahidin yang terdiri dari enam orang dari Imarah Islam Afghanistan (Nazi Ahmad, Muhammad Qasim dari Kandahar, Hameed dan Abu Bakr dari Nimroz, Ahmadullah dan Sirajuddin dari Uruzgan), bersenjatakan RPG, senjata mesin, granat tangan, rompi ledak dan berbagai senjata berat dan ringan lainnya, melancarkan operasi menyerang rumah gubernur provinsi Uruzgan, markas kepolisian di jalan raya Uruzgan dan markas kepolisian lainnya di mana sejumlah besar tentara penjajah asing dan boneka berkumpul untuk memilih pengganti mantan gubernur, Jan Muhammad Khan yang dibunuh oleh Mujahidin di Kabul.

Dalam serangan pertama, tiga Muujahid meledakkan kendaraan yang penuh bahan peledak di gerbang utama dari tiga bangunan yang menjadi target, membersihkan seluruh rintangan sebelum tiga Mujahid lainnya bergegas menyerang rumah gubernur, menembaki musuh para peserta pertemuan tersebut yang berubah menjadi pertempuran berdarah yang berlangsung hingga waktu senja ketika Mujahid terakhir memeluk syahid (Insha Allah).

Para pejabat mengatakan bahwa Mujahidin memblokir jalan raya yang menuju lokasi kejadian yang akhirnya meletuskan pertempuran sengit dengan serangan bersenjata dan pengeboman terhadap tentara musuh yang bermaksud datang membantu.

Laporan mengatakan bahwa helikopter musuh tiba selama pertempuran berlangsung dan menembaki gedung-gedung yang diduduki, membakar dan benar-benar menghancurkan rumah gubernur dan markas polisi serta menghancurkan semua kendaraan musuh yang diparkirkan di dalamnya.

Laporan menambahkan bahwa sekitar 6 tentara penjajah asing dan sekitar 50 perwira polisi yang berada di dalam markas, tewas di lokasi kejadian.  Sementara korban di kubu musuh lainnya tewas ketika terlibat bentrok dengan Mujahidin yang memblokir jalan raya, namun nasib komandan kepolisian (Matiullah) dan wakil gubernur (Khudai Raheem Khan) belum diketahui.

Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyatakan belasungkawa atas meninggalnya jurnalis dari Pajwok yang tewas dalam baku tembak di kantornya yang berlokasi bersebelahan dengan markas kepolisian jalan raya.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...