Amy Winehouse, korban busuknya demokrasi

18

LONDON (Arrahmah.com) – Kematian Amy Winehouse (27) penyanyi wanita asal London, Inggris di rumahnya di London, Ahad (24/07/2011) menunjukkan berapa tragisnya kehidupan wanita barat. Sepanjang karier, Winehouse bergulat dengan masalah alkohol dan obat-obatan terlarang. Inilah bukti rusak dan kejamnya demokrasi!Diskriminasi wanita oleh demokrasi   

Saat ini, otopsi terhadap jenazah Winehouse telah dilakukan. Tapi, penyebab kematiannya belum diketahui. Hidup di tengah kebebasan dan keberanian liberalisme, kematian Amy Winehouse dengan tajam menyoroti penderitaan perempuan Barat, karena sesungguhnya demokrasi telah kejam kepada mereka dan membiarkan mereka jatuh serendah-rendahnya.

Wanita Barat dipaksa untuk melupakan ketidakadilan masa lalu untuk kemudian dimanipulasi untuk percaya bahwa satu-satunya cara agar dia dapat berkembang dalam masyarakat adalah dengan sungguh-sungguh menyerahkan status quo yang menindas yang membuat ke posisi warga negara kelas dua.

Fakta-fakta di lapangan menunjukkan secara jelas betapa buruknya situasi ini; lebih dari 45.000 perempuan diperkosa setiap tahun di Inggris dengan beberapa laporan menunjukkan bahwa satu dari empat wanita juga mengalami beberapa bentuk kekerasan dalam rumah tangga dan rata-rata tercatat bahwa perempuan di Inggris masih menerima kenyataan bahwa 13 % lebih sedikit daripada laki-laki untuk melakukan pekerjaan yang sama.

Sayangnya, dengan semua ini kita menemukan bahwa Inggris malah menawarkan kehidupan kepada generasi selanjutnya, para perempuan dengan kehidupan pecandu narkoba, pecandu alkohol dan indovidu yang terganggu mentalnya. Betapa menyedihkan adalah bahwa dalam abad ke-21 wanita paling terkenal adalah mereka yang yang paling bermasalah dan dieksploitasi.

Coba bandingkan dengan Islam. Kaum Muslimin memiliki contoh tauladan para wanita sholehah, seperti Aisyah (ra), Sumayyah (ra), Khadijah (ra), dan Ummu al Shareek Doosia (ra) adalah contoh-contoh cemerlang dari bagaimana seharusnya kehidupan seorang wanita yang mulia. Sejak 1400 tahun yang lalu, Islam telah membebaskan kaum wanita dari eksploitasi, sementara demokrasi telah mengecewakan dan menghancurkan para wanita, dan mengkhianati mereka! Jadi, piliha mana?

(M Fachry/almuhajirun.net/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.