PBNU diharapkan bantu upaya perdamaian di Afghanistan

15

JAKARTA (Arrahmah.com) – Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani, mengharapkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk terus membantu mengupayakan perdamaian di negara tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih pada NU karena sudah berinisiatif untuk mempertemukan kami di sini dalam suasana damai,” kata Rabbani dalam pembukaan Consultation Forum for Peace in Afghanistan di Jakarta, Senin (18/7/2011).

Consultation Forum for Peace in Afghanistan merupakan forum yang digelar PBNU untuk mempertemukan berbagai kelompok di Afghanistan guna mengupayakan perdamaian di negara itu.

Acara yang dibuka Wakil Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri (Gus Mus) itu diikuti 21 orang delegasi dari Afghanistan terdiri atas unsur kelompok Taliban, Pastun, Tajik, Hazara, pemerintah, partai politik, pemuda, dan lainnya.

Lebih lanjut Rabbani mengatakan, umat Islam saat ini sedang mengalami krisis besar, terjadi fitnah yang menyebar dan dilanda peperangan. “Kami berharap NU bisa membantu agar kita, semua negara Islam, ke luar dari krisis,” katanya.

Menurutnya, perdamaian harus diwujudkan. Kekerasan bukan tujuan Islam, bahkan tidak menguntungkan Islam dan umat Islam sendiri. “Kami telah mengunjungi beberapa negara, di antaranya Pakistan dan Arab Saudi, untuk menggalang perdamaian. Kesepakatan-kesepakatan dilakukan. Tapi belum ada implementasi yang jelas. Semoga dari sini kita menemukan jalan keluar,” katanya.

Dikatakannya, Indonesia merupakan negara Muslim besar, dan telah banyak pengalaman di bidang perdamaian. Ia pun mengapresiasi semua yang dilakukan PBNU untuk melayani Islam. “Oleh karena itu kami percaya,” katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya Gus Mus menyatakan bahwa Indonesia sangat beragam dan dari keberagaman itulah bangsa Indonesia belajar hidup damai dan bertoleransi. “Kami hidup di antara ribuan pulau, lebih dari seribu suku, ratusan bahasa, aneka macam kepentingan. Dari keragaman itulah, kami belajar hidup damai, saling memahami dan bertoleransi,” katanya.

NU, kata Gus Mus, mempunyai pemahaman yang sama dengan mayoritas Islam di dunia, yakni ahlussunnah wal jamaah yang menjunjung Islam rahmatan lil alamin yang di dalamnya terdapat perdamaian, toleransi, dan akhlak yang mulia. (rep/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.