Pakistan akan bebaskan dokter yang dibayar CIA untuk melacak DNA Syaikh Usamah

14

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Pakistan kemungkinan besar akan membebaskan dokter yang dibayar CIA untuk melacak Syaikh Usamah bin Laden direktur badan intelijen Pakistan terbang AS, lansir Guardian pada Rabu (13/7/2011).

Kunjungan Letjen Ahmad Shuja Pasha ke Washington ini dilakukan dalam rangka “menyelamatkan hubungan intelijen antara Washington dan Islamabad.”

Sikap resmi Islamabad terhadap Dr Shakil Afridi, yang menjadi topik pembahasan tingkat tinggi antara negara-negara pekan ini, tampaknya telah melunak saat ada pembelaan dari salah seorang pejabat bahwa ia (Afridi) mungkin tidak tahu bahwa ia dia bekerja untuk CIA.

“Jika memang benar bahwa dia (Afridi) tidak berurusan dengan Amerika dan tidak tahu bahwa dia bekerja untuk CIA, ia bisa dinyatakan tidak melanggar hukum,” kata pejabat itu.

“Dia juga tidak memata-matai Pakistan atau melanggar tindakan rahasia pejabat. Jadi mungkin tidak ada alasan untuk menjeratnya.”

Guardian mengungkapkan pekan ini bahwa Afridi telah direkrut oleh CIA untuk mencoba untuk mendapatkan sampel DNA dari sebuah rumah di Abbottabad, Pakistan utara, yang diduga menjadi tempat tinggal Syaikh Usamah Bin Laden.

Washington khawatir pada keselamatan Afridi, yang saat ini masih ada dalam tahanan ISI sejak akhir Mei.

Afridi telah menjadi pion dalam negosiasi ulang yang sangat bermuatan antara militer dan intelijen AS-Pakistan jelang penyerangan di Abbottabad.

Sementara itu, salah satu sumber menyatakan bahwa Afridi bertemu dengan beberapa personel kedutaan AS di Islamabad, sekitar akhir tahun lalu atau awal tahun ini, dan kemudian melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.

Kunjungan Pasha ke Washington pada Rabu (13/7) membuka kesempatan bagi kedua belah pihak untuk membahas Afridi, pejabat AS dan Pakistan mengatakan. Kunjungan Pasha ini juga dilakukan untuk mendiskusikan masa depan hubungan intelijen secara umum.

Selain itu, Pasha bertemu dengan direktur CIA, Mike Morrell, dan pejabat senior keamanan lainnya untuk menuntaskan kegiatan CIA-ISI di Pakistan. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.