Separuh dari menteri SBY kurang rajin dan tidak optimal menjalankan tugas

6

JAKARTA (Arrahmah.com) – Para Menteri tidak optimal dan kurang rajin menjalankan tugasnya sehingga hanya setengah dari kementerian dalam kabinet Indonesia Bersatu II yang telah memenuh target pekerjaan mereka, demikian ungkap Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto.

Usai rapat kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/7/2011), Kuntoro menyebutkan, dari 34 kementerian yang ada dalam kabinet, hanya 17 kementerian yang sanggup menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat.

Penilaian tersebut dilakukan sejak Januari 2011 bahwa beberapa menteri dalam kabinet kurang rajin dan tidak optimal menjalankan pekerjaannya. Meski demikian Kuntoro membantah apabila dikatakan pemerintahan tidak berjalan.  

“Pemerintahan jalan, tapi itu artinya beberapa menteri kurang rajin,” ujarnya.

Menurut dia, menteri yang tidak optimal kinerjanya itu tersebar merata di semua bidang politik, hukum, dan keamanan, kesejahteraan rakyat, serta perekonomian. Penyebab rendahnya kinerja menteri itu, lanjut Kuntoro, terutama karena program yang belum bisa dilaksanakan karena berbagai alasan.

Sebelumnya dalam pengantar sebelum membuka rapat kabinet paripurna, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan telah mendapatkan laporan dari Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) bahwa para menteri belum melaksanakan seluruh instruksi presiden.

“Saya tugasi nanti Kepala UKP4 untuk melaporkan kepada saya dan saudara semua apa saja yang sudah saudara lakukan, baik instruksi lisan atau tertulis, termasuk yang di berbagai sidang. Karena saya sudah dapatkan laporannya kurang dari 50 persen yang saudara laksanakan,” katanya.

Presiden meminta Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto memaparkan pencapaian seluruh kementerian, khususnya dalam terkait pelaksanaan instruksi presiden. Namun, Yudhoyono tidak menyebut periode kerja kementerian yang akan dilaporkan oleh Kuntoro tersebut.

Yudhoyono berharap semua menteri menyimak laporan itu dan bisa mengidentifikasi kelemahan masing-masing.

SBY mengkhawatirkan sebagian menteri sudah melupakan Instruksi Presiden dan program pemerintah tidak diimplementasikan dengan baik. Menurut Presiden, hal ini penting untuk melanjutkan pelaksanaan program yang belum terlaksana dengan baik.

Kuntoro menambahkan, sejumlah arahan dan instruksi Presiden belum tuntas dikerjakan. Menurut dia, keterlambatan ini bukan disebabkan anggaran, melainkan memang belum bisa dilaksanakan oleh kementerian terkait. (dbs/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.