Berita Dunia Islam Terdepan

Kemenag Sumbar luncurkan program Gemar Mengaji

6

PADANG (Arrahmah.com) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat meluncurkan program Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemar Mengaji) yang bertujuan meningkatkan kecintaan umat Islam dalam membaca dan mempelajari Al Quran.

“Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji merupakan salah satu program Kementerian Agama untuk membudayakan membaca Al Quran setelah shalat Magrib di kalangan masyarakat,” jelas Direktur Penerangan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Ahmad Jauhari di Padang, Jumat (27/5/2011).

Hal tersebut disampaikan usai peluncuran Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji tingkat Sumatera Barat yang digelar di Asrama Haji Tabing Padang. Acara tersebut juga dihadiri jajaran Kementerian Agama se-Sumbar serta Kepala Madrasah dan Pondok Pesantren yang ada di daerah itu.

Ahmad menambahkan bahwa program tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang agamais.

“Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang terdepan dalam meluncurkan program Gemar Mengaji, dimana pencanangan program ini merupakan yang keempat setelah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” kata dia.

Rencana kedepannya program tersebut akan diluncurkan di seluruh daerah di Indonesia sebagai langkah untuk membentuk karakter bangsa.

Senada dengan hal itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Darwas mengatakan, program ini sejalan dengan Gerakan Kembali ke Surau yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Program Gemar Mengaji akan menumbuhkan pemahaman terhadap nilai-nilai Al Quran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Biro Bina Sosial, Abdul Gafar mengatakan, pemerintah provinsi mendukung penuh program ini. Ia juga mengimbau kepada para bupati/wali kota untuk mendukung program ini sehingga setiap habis Maghrib di Sumbar akan diisi dengan kegiatan membaca Al Quran.

Dalam upaya merealisasikan program tersebut, Kementerian Agama meminta seluruh madrasah dan Pondok Pesantren di daerah yang jumlahnya mencapai 1.000 madrasah, membiasakan muridnya membaca Al Quran 5-10 menit setiap hari selepas Maghrib. (ant/rasularasy/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...