Berita Dunia Islam Terdepan

AS tak bisa tumpangi gerakan di Timur Tengah

2

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Orang-orang dari kawasan Timur Tengah memahami situasi saat ini dengan sangat baik sehingga AS tidak bisa menumpangi gerakan-gerakan di kawasan tersebut, demikian yang dikatakan Duta Besar Iran untuk Suriah dan penasihat presiden dalam urusan Palestina di Damaskus, Jumat (27/5/2011).

Hojjatol-e-slam Seyed Ahmad Mousavi berbicara di Bandara Internasional Damaskus, pada saat mengirimkan 15 warga Palestina yang terluka akibat gempuran Israel ke Teheran untuk pengobatan, mengatakan bahwa masyarakat di kawasan ini mencari kebebasan dan kehormatan.

Ahmad Mousavi juga mengatakan, dalam periode yang sedang berjalan, gerakan yang populer di negara-negara seperti Tunisia, Libya dan Yaman datang dari pemahaman seperti itu dan `kita harus belajar dari sejarah`.

Terkait warga Palestina yang terluka, Mousavi mengatakan bahwa orang-orang ini membawa pesan yang jelas bagi seluruh dunia, yakni bahwa Israel sedang mencoba untuk berpura-pura melupakan masalah Palestina, tetapi orang-orang yang cedera membuktikan bahwa perjuangan Palestina telah diteruskan kepada generasi kedua dan ketiga. Selain itu adalah hak asasi warga Palestina bahwa mereka memilih untuk tetap kembali ke tanah air mereka yang diduduki Israel.

Tidak hanya itu,  masalah Palestina merupakan bagian utama isu-isu dunia Islam dan kesepakatan yang terjadi baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Palestina akan dibebaskan dalam waktu dekat, sedangkan keamanan Israel akan makin melemah lebih dari sebelumnya.

Deputi kepala polit-biro Hamas, Mussa Abu-Marzoug, juga menyampaikan pidato dan mengatakan bahwa hak yang paling penting bagi Palestina adalah hak kembali ke tanah air mereka dan rezim Zionis harus memahami bahwa hak ini tidak akan dilupakan seiring berlalunya waktu.

Kelompok warga Palestina yang terluka termasuk 14 pria dan seorang wanita, mendapat cedera di wilayah Golan yang diduduki oleh pasukan Israel, pada 15 Mei 2011. Dalam insiden berdarah itu, 14 orang tewas dan 300 luka-luka, demikian laporan kantor berita IRNA yang dikutip dari OANA. (rasularasy/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...