Berita Dunia Islam Terdepan

2011, citra AS dan Obama menurun di mata Muslim

1

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Citra Amerika Serikat telah memburuk di negara-negara Muslim dibandingkan tahun lalu, kata jajak pendapat yang dirilis dua hari sebelum Presiden Barack Obama direncanakan akan menyampaikan pidato khusus menanggapi maraknya pemberontakan di dunia Arab, Middle East Online melansir pada Kamis (19/5/2011).

Hanya di Indonesia, negeri dengan penduduk muslim paling padat di dunia tempat Obama menghabiskan sebagian masa kecilnya, mayoritas responden masih memiliki pandangan positif terhadap Amerika Serikat, kata jajak pendapat yang dilakukan oleh Pew Research Center.

Akan tetapi, prosentase jumlah responden di Indonesia yang masih memiliki pandangan positif terhadap Amerika Serikat ini turun lima poin dari 59 persen pada tahun 2010.

Survei Pew menemukan bahwa presiden AS tetap tidak populer di negara-negara Muslim lainnya.

Bahkan sekutu utama Amerika Serikat, Yordania dan Turki, pandangan terhadap Amerika Serikat itu semakin memburuk.

Persentase responden dari Yordania yang menganggap Amerika Serikat memberikan sinar baru bagi perubahan hanya 13 persen. Sementara di Turki, hanya 10 persen responden yang memiliki pendapat yang positif tentang Amerika Serikat, turun dari 17 persen pada tahun 2010.

Di Turki, hanya 12 persen yang mengatakan mereka memiliki keyakinan pada Obama. Angka ini turun 11 poin dari 2010. Di Yordania, keyakinan responden terhadap Obama meningkat dibanding tahun lalu, tetapi hanya meningkat dua poin, yakni menjadi 28 persen.

Pandangan Pakistan terhadap Amerika Serikat juga memburuk tahun ini dibandingkan dengan lalu. Kepercayaan terhadap Obama dan AS turun dari 17 persen di tahun 2010 menjadi 11 persen.

Hasil jajak pendapat tersebut disimpulkan tepat sebelum muncul kabar pasukan khusus AS membunuh Syaikh Usamah bin Laden pada tanggal 2 Mei di kota Abbottabad, Pakistan.

Sekitar masing-masing 1.000 orang menjadi responden bagi survei ini di Mesir, Indonesia, Israel, Yordania, Libanon, wilayah Palestina, dan Turki. Sementara dari Pakistan diambil sebanyak 2.000 orang untuk dijadikan objek survei selama periode 30-hari di bulan Maret dan April. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...