Berita Dunia Islam Terdepan

Taliban dan AS melakukan pembicaraan di Jerman? “sebuah kebohongan” respon Taliban

0

KABUL (Arrahmah.com) – AS dan kepemimpinan Imarah Islam Afghanistan (IIA) dilaporkan telah mengadakan pembicaraan langsung di Jerman pada masalah penyelesaian situasi di Afghanistan, lapor Washington Post mengutip pernyataan seorang pejabat boneka Karzai yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menurut surat kabar itu, Barack Obama akan melaporkan kemajuan dalam hasil negosiasi pada bulan Juli ketika ia mengumumkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Perlu dicatat bahwa laporan mengatakan juru bicara IIA yang sangat dekat dengan amir Mullah Umar dan seorang pejabat AS bertemu tiga kali di Jermah dan Qatar.  Pertemuan terakhir terjadi pada bulan Mei ini.

Pembicaraan dilaporkan dilakukan oleh organisasi non-pemerintah dan juga pemerintah negara Arab dan Eropa.  Dalam kasus ini, IIA mengatakan sepeti yang diklaim harian tersebut “mengonfirmasikan minat mereka dalam negosiasi langsung dengan Amerika Serikat”.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Michael A. Hammer telah menolak untuk secara resmi mengonfirmasi laporan pembicaraan, tetapi mencatat bahwa AS memiliki “berbagai kontak di seluruh Afghanistan dan regional”.

Pejabat pemerintah Jermah di mana diduga wilayahnya dijadikan tempat negosiasi terjadi antara AS dan IIA, juga menolak berkomentar mengenai publikasi Washington Post.

Sementara itu Mujahidin IIA merespon dengan sangat cepat dan tegas.

“Ini merupakan kebohongan berulang membuktikan kegagalan Amerika di Afghanistan,” ujar perwakilan resmi Imarah Islam Afghanistan, Zabiullah Mujahid.  Hal ini dikemukakan dalam edisi agen berita Voice of Jihad di situs microblog Twitter dengan akun @alemarahweb.

Perlu diingat bahwa ini bukanlah laporan pertama mengenai adanya negosiasi antara Mujahidin Afghanistan dengan Amerika Serikat dan antek mereka.  Para wakil IIA membantah laporan tersebut setiap kali mencuat ke permukaan.

Mujahidin IIA telah menekankan berulang kali bahwa tidak mungkin ada negosiasi selamanya jika satu tentara asing pun masih berada di Afghanistan.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...