Berita Dunia Islam Terdepan

Al Qaeda Maghribi (AQIM) rilis kepergian Syaikh Usamah bin Ladin

3

MAGHRIBI (Arrahmah.com) – Tandzim Al Qaeda di Negeri Maghribil Islam (AQIM) melalui Yayasan Media Al-Andalus merilis ucapan bela sungkawa dan ucapan selamat untuk ummat dengan kepergian Syekh Usamah bin Laden, Sabtu (7/05/2011). Rilis tersebut bersumber dari Markas Pusat Al-Fajr dan dimuat dalam Forum Syumukh Islam. Berikut rilis resminya yang diterjemahkan oleh Forum Islam Al-Busyro.

 

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Tandhim Al-Qaidah di Negeri Maghribil Islam

[Bela Sungkawa dan Selamat kepada Kaum Muslimin berkenaan dengan Meninggalnya Syaikh kita Usamah bin Laden]

Segala puji bagi Alloh yang maha menghidupkan dan maha mematikan, yang maha memulai dan yang maha kuasa untuk mengembalikan, yang maha kuasa untuk berbuat sesuai dengan kehendak-Nya, tidak ada yang bisa menolak perintah-Nya dan tidak ada yang bisa menggantikan hokum-Nya, yang telah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia :

“Setiap jiwa akan mengalami mati, dan Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai fitnah,dan kepada Kamilah kalian akan dikembalikan” (QS. Al Anbiya : 35).

Dan Dia juga berfirman :

“Dan jika kalian terbunuh di jalan Alloh atau mati, niscaya ampunan dari Alloh dan rahmat-Nya itu benar-benar lebih baik dari apa yang kalian kumpulkan” (QS. Ali Imron : 157).

Sholawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad yang kematiannya menjadi musibah terbesar dibanding dengan berbagai musibah yang menimpa umat islam, begitu juga kepada para keluarga dan para sahabat beliau semua.

Di hari yang bersejarah ini, Ksatria jihad dan pemimpin para singa Syeikh Usamah bin Ladin telah meninggalkan kita.

Ksatria yang zuhud, rajin beribadah dan sang mujahid telah pergi. Alloh telah mengangkat dan memilihnya, sedangkan pedang beliau masih tetap terhunus untuk menyerang Amerika : pemimpin kekufuran, pembuat kejahatan, sumber kehinaan, sarang kekotoran, symbol kedholiman dan kesewenangan.

Beliau – semoga Alloh merahmati beliau – telah meninggalkan luka parah yang tak akan bisa terobati kepada Amerika. Beliaulah yang telah memerangi Amerika di dalam Negaranya, sehingga Negara super power manapun tidak akan mampu melakukan hal seperti itu, setelah sebelumnya orang-orang Amerika selama bertahun-tahun beranggapan bahwa tidak akan ada seorangpun musuh yang mampu menyerang atau melukai mereka.

Ketika kami mengucapkan bela sungkawa kepada umat islam atas kematian dan kesyahidan beliau – kami menyangkanya begitu dan Allohlah yang akan menghisab beliau – , di saat yang sama kami juga mengucapkan selamat, karena putra umat ini Usamah bin Ladin menjadi symbol, beliau hidup sebagai mujahid dan pejuang, dan meninggal sebagai pahlawan dan syahid.

Nama beliau sentiasa mengusik hati orang-orang kafir selama bertahun-tahun, dan angan beliau akan menjadi hantu yang akan menyerang mereka di setiap tempat untuk waktu yang cukup lama.

Wahai saudara tercinta … hari ini adalah hari bela sungkawa dan ucapan selamat, hari yang terpadu di dalamnya rasa sedih dan senang, redho dan marah.

Ya, kami merasa sedih karena hati kami merasa kehilangan dengan meninggalnya syeikh sekaligus kekasih kami. Beliau adalah sosok yang memiliki perjalanan hidup yang terpujji, menjadi pemimpin harapan. Alloh menganugerahinya banyak kebaikan, dan menjadikan beliau banyak diterima manusia di bumi. Beliau – semoga Alloh merahmati beliau – sangat peduli dengan urusan agama ini, sangat bersedih dengan kondisi umat ini, dan mengetahui nilai sebuah tujuan yang beliau cari, sehingga beliaupun memperolehnya sesuai dengan kadar pengorbanan beliau.

Tetapi kami juga merasa senang saat teringat bahwa beliau telah berjaya dengan apa yang beliau angan-angankan selama ini, menggapai syahadah yang merupakan puncak keinginannya dan insya Alloh beliau akan menempati kedudukan orang-orang yang baik, sehingga beliau menjadi contoh yang patut diikuti bagi orang setelahnya dan teladan yang layak diikuti oleh generasi berikutnya dalam hal kejujuran, al wafa (tepat janji), sabar dan jihad.

Aku akan tetap berjalan, karena kematian bukanlah hal yang memalukan bagi seseorang yang memiliki niat yang benar dan berjihad sebagai seorang muslim.

Sungguh, Alloh tidak akan mengabaikan kelompok, pembela dan tentara-Nya. Kami bersedih karena kehilangan Seorang komandan, pemimpin, Syeikh dan imam yang sungguh menyenangkan berjihad bersamanya, tetapi kemudian kami bergembira saat mengetahui perjalanan jihad yang berbarokah, dan kami tidak akan kehabisan pemimpin yang akan menggantikannya melanjutkan estafet kepemimpinan dengan kami.

Musibah terbesar adalah jika sang pemimpin meninggal sedangkan anugerah terbesar adalah diangkatnya seorang pemimpin.

Kami bersedih karena syahid umat ini tidak dikubur sebagaimana para syuhada yang lain dan tidak di timbun tanah sebagaimana yang berlaku pada semua syareat samawy, tetapi orang-orang Amerika membuangnya ke tengah laut, sebagaimana yang dilakukan oleh gerombolan jahat perompak laut terhadap para korbannya, atau seperti yang dilakukan oleh bangsa barbar yang memperlakukan para musuhnya dengan tidak manusiawi dan biadab.

Tetapi kami merasa bahagia karena Amerika dengan perlakuan mereka ini, tanpa sengaja mereka telah membuktikan bahwa Usamah tidak lain adalah sebuah mutiara yang hidup di tengah kita beberapa waktu, yang kemudian Alloh akan mengembalikan jasadnya untuk dibangkitkan pada hari kiamat bersama para pembesar syuhada yang dibangkitkan dari perut-perut binatang buasa dan ikan paus.

Kemudian kami semakin gembira, saat kami menyingkap bahwa Amerika dengan perlakuan kejinya ini telah membuktikan kepada dunia bahwa Amerika tidak hanya takut kepada Usamah ketika hidupnya saja, tetapi Amerika juga ketakutan dengan kematian beliau. Adakah kemuliaan yang lebih tinggi dari hal ini ???

Kami bersedih karena Syeikh Usamah terbunuh dalam keadaan terusir, sendiri, dan terasing dari tanah air dan jauh dari keluarga. Tetapi kami juga merasa bahagia saat teringat bahwa Alloh tidak mencabut nyawa beliau hingga beliau merasa tenang dengan kekalahan Amerika, serta runtuhnya berbagai organisasi Arab yang merupakan budak dan perwakilannya, yang tenggelam dalam kebodohan, antek, kekufuran dan kerusakan. Sebelum meninggal Beliau menyaksikan bagaimana presiden Tunisia melarikan diri dari nengerinya dalam kondisi terusir dan depresi dan Presiden Mesir dipenjara secara terhina, serta meninggalkan Dajjal Libya, Si Zindiq Suria, dan Thoghut Yaman stress dibawah tekanan demontrasi rakyat. Sedangkan para raja dan president lainnya dalam kondisi terburuk sambil menunggu kehancuran nikmat mereka dan datangnya adzab kepada mereka. Semuanya menyaksikan – ada yang secara terang-terangan, ada yang sembunyi-sembunyi ada pula yang berusaha meyakinkan diri dan mengingkari hal itu – bahwa semua peristiwa yang menghantam Negara-negara Arab ini tidak lain adalah buah dari jihad yang kurang lebih Syeikh Usamah berperan di dalamnya.

Kami bersedih ketika melihat orang-orang Amerika – karena rasa jengkel dan dengki kepada Syeikh Usamah yang berada dalam dada mereka- turun ke jalan-jalan sambil bernyanyi dan berjoget sebagai ungkapan gembira atas kematian beliau, tetapi kami juga bergembira ketika teringat bahwa orang-orang celaka itu, jika tahu apa yang Alloh sediakan untuk para wali dan syuhada berupa pahala besar, kedudukan yang tinggi, kenikmatan dan kebahagiaan, niscaya pesta pora meraka akan berubah menjadi bencana, tawa mereka berubah tangis, dan kebahagiaan mereka akan berubah penyesalan, tetapi bagaimana mungkin orang-orang kafir yang fajir itu tahu akan hal ini atau mengimaninya, karena sebagaimana yang Alloh sebutkan bahwa mereka adalah “seperti binatang ternak bahkan lebih sesat”.

Kami bersedih atas kepergian Syeikh Usamah yang memiliki banyak anugerah, sedangkan umat masih membutuhkan beliau … tetapi kami juga berbahagia saat teringat bahwa syeikh kami tercinta tidak pergi melainkan setelah memberi pelajaran kepada Salib Barat, mengobrak abrik kekuatan mereka, menghancurkan kepongahan dan kecongkakan mereka, membuat umat islam bahkan semua bangsa berani melawan mereka, memupus ambisi mereka terhadap kekayaan umat islam sehingga kekuatan umat islam menjadi prioritas politik luar negeri mereka, kemudian beliau tidak meninggalkan kita hingga beliau meninggalkan Islam dalam kemuliaan, kaum muslimin dalam perlawanan dan para mujahidin dalam persatuan. Dunia telah menyaksikan bagaimana suara para Mujahidin baik di timur maupun barat teroganisir oleh beliau, dan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Duhai umat Islam … sesungguhnya kematian syeikh Usamah bin Ladin adalah musibah dan petaka yang Alloh hendak menguji diri kita dengannya, dan kami hanya bisa redho dan berserah diri di hadapan keputusan Alloh. Kami memohon kepada Alloh untuk meredhoi kita dengan keputusan-Nya, memberkahi kita dalam ketentuan-Nya, memberi pahala kepada kita atas musibah ini dan menganugerahkan yang lebih baik kepada kita.

Wahai umat Islam …. Jika kita menangis pada hari ini, maka kita memang mendapat udzur untuk itu, tetapi tangisan tidak layak bagi manusia seperti kita. Kita hari ini adalah umat yang terluka, dan saatnya bagi kita untuk marah dan melakukan aksi balasan, bukan saatnya untuk menangis. Senjata terburuk seseorang adalah air mata yang menetes ketika pertempuran apinya menyala akibat sabetan pedang (sedang berkecamuk).

Dengan kejahatannya ini, Amerika tidak menyadari kesalahan apa yang telah mereka perbuat dan bencana apa yang mengintai mereka.

Karena dengan tindakan mereka ini, Amerika tidak akan bisa mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin.

Hal ini semakin menegaskan bahwa Amerika adalah pembohong, ketika mengatakan bahwa mereka tidak memerangi Islam, dan terbukti bahwa politik Amerika terhadap umat Islam tetap seperti dulu, yaitu dibangun atas dasar maker, pengkhianatan dan kebencian. Tidak ada perbedaan antara era yang satu dengan era yang lain, antara presiden yang satu dengan presiden yang lain.

Wahai umat Islam … janganlah kamu tangisi Usamah, karena apa yang di sisi Alloh adalah lebih baik dan lebih kekal bagi beliau.

Jangan kamu tangisi beliau, karena siapa yang berjihad seperti beliau, berkorban seperti beliau, dan bersabar seperti beliau, maka selama karena Alloh .. tidak mengapa dia mati dalam keadaan apapun .

Jangan kamu tangisi beliau … karena hari ini beliau terlihat hidup, karena orang yang mati syahid akan hidup pada hari kematiannya.

Tetapi bangkit dan berjalanlah mengikuti langkahnya … hiduplah seperti beliau untuk memuliakan agama dan membela kehormatan kaum muslimin …. Matilah seperti beliau atau seperti para sahabat beliau .. karena hal ini adalah bantahan paling tepat dan jawaban paling gamblang untuk para musuh dan pembunuh Usamah, serta hal terkecil yang mungkin kamu tunaikan terhadap hak putra yang telah berbuat baik kepadamu ini.

Bangkitlah dan lawanlah para musuh, yaitu salib Amerika dan si dholim Barat dengan segenap pasukan dan kekuatan yang kamu miliki, sebagaimana mereka memerangi kita dengan semua jenis, kabilah, organisasi dan pemikiran mereka. Amanah islam adalah kalung yang berada di leher kaum muslimin semuanya, sedangkan Syeikh Usamah bin Ladin telah menunaikan kewajibannya dan meninggalkan dunia dengan penuh ampunan dan pahala insya Alloh. Tetapi alasan apa yang akan dikemukakan nanti di hadapan Alloh bagi orang yang hari ini hanya bermalas-malas, tidak peduli dengan berbagai perkara besar dan peristiwa penting yang menimpa Islam dan kaum muslimin.

Terakhir, kami perbarui dan tegaskan baiat kami kepada Syeikh kami tercinta :

Bahwa kami akan berjalan diatas jalan beliau dan teguh di atas yang haq. Kami akan perangi Nasrani dan antek-antek mereka, Yahudi dan bangsa mereka dan orang-orang murtad beserta berhala-berhala mereka hingga Alloh memberi keputusan antara kami dengan mereka, dan Dialah sebaik-baik pembuat keputusan.

Tandhim Al-Qaidah di Negeri Maghribil Islam

Yayasan Media Al-Andalus

Sabtu, 03 Jumadil Ulaa 1432 H
bertepatan dengan 07 Mei 2011 M

Sumber : Markas Pusat Al-Fajr

(M Fachry/al-busyro/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...