Berita Dunia Islam Terdepan

Mujahidin IIA blokade ibukota provinsi Nuristan, gempur Kandahar

1

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Pejabat rezim boneka Karzai mengakui bahwa Mujahidin telah memblokade ibukota provinsi Nuristan, mereka mengatakan telah mengirim bala bantuna militer ke provinsi yang berlokasi di timur laut Afghanistan.


Menurut laporan dari timur laut Afghanistan, Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) telah memblokade kota Parun, yang terletak di daerah pegunungan.  Dilaporkan bahwa Mujahidin telah memblokade Parun selama empat hari.  Penduduk setempat berharap Taliban dapat melakukan serangan dari sana setiap saat.

Sementara itu, pertempuran sengit berlangsung di Kandahar selama dua hari ini.  Media Barat sangat enggan dan sangat meminimkan informasi mengenai serangan Mujahidin kali ini.  Selain itu, laporan-laporan yang ada berusaha untuk menyembunyikan keadaan sebenarnya di kota tersebut.

Faktanya adalah bahwa situasi agresor Barat dan rezim boneka Karzai dalam keadaan yang paling berbahaya dan kenyataan tak terduga bahwa NATO telah membombardir Kandahar.
Pada Minggu (8/5/2011) pagi hotel Kandahar menjadi subjek pemboman pertama. Daerah lain di kota juga berada dalam serangan udara.  Dilaporkan bahwa Mujahidin mempertahankan kontrol terhadap sjeumlah fasilitas strategis di ibukota provinsi.

Sehari sebelumnya (7/5) Mujahidin telah menewaskan lebih dari 113 antek Barat dan 3 penjajah NATO.

Pada Minggu, jumlah korban meningkat pesat menjadi 300 orang.  Tidak ada data akurat tentang kerugian yang dialami Mujahidin.  Media Barat melaporkan skeitar 16 pejuang Afghanistan syahid, Insha Allah.

Juga dilaporkan sebelumnya bahwa sedikitnya enam orang pencari kesyahidan melakukan operasi syahid selama menyerang target-target penting di Kandahar termasuk kompleks bangunan gubernur boneka Kandahar. Markas utama gubernur hancur berantakan.

Sumber dari Afghanistan melaporkan bahwa Mujahidin IIA telah meningkatkan serangan di seluruh wilayah di Afghanistan.  Serangan yang meningkat tajam ini dimulai di awal Musim Semi kali ini dan diberi nama “Operasi Badar”.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...