Berita Dunia Islam Terdepan

Pejabat Pakistan jual foto usai penyerbuan di Abbottabad

0

Pakistan (Arrahmah.com) – Beredar tiga foto orang tewas di lokasi penyerangan terhadap orang yang diduga Syaikh Usamah bin Ladin. Foto tersebut bersumber dari Reuters yang membelinya secara eksklusif dari pejabat Pakistan.

Menurut Reuters, foto tersebut diambil sekitar satu jam setelah serangan AS terhadap kompleks Syaikh Usamah bin Ladin di Abbottabad, Pakistan. Dalam gambar tersebut, ditunjukkan tiga orang mati berbaring berlumuran darah, tapi tidak ditemukan senjata di sana. Dipastikan tidak ada gambar Syaikh Usamah dalam foto tersebut.

Reuters yakin akan keaslian gambar tersebut karena rincian dalam foto muncul untuk menunjukkan sebuah helikopter hancur dari serangan itu, pencocokan rincian dari foto yang diambil secara independen pada hari Senin.

Waktu dan tanggal dalam foto seperti yang tercatat dalam metadata file digital sesuai dengan kondisi pencahayaan untuk daerah serta waktu dan tanggal yang dicantumkan pada gambar itu.

Foto-foto itu menunjukkan dua laki-laki mengenakan pakaian tradisional Pakistan dan satu lagi mengenakan t-shirt dengan darah mengalir dari hidung, telinga, dan mulut mereka.

Foto pertama menunjukkan kabel komputer dan pistol air mainan di bawah bahu kanan salah satu yang tewas. Sebuah kolam darah terbentuk di bawah kepalanya.

Foto kedua menunjukkan seseorang dengan seberkas darah mengalir dari hidung dan di pipi kanan serta sebuah band besar darah di dadanya.

Foto ketiga menunjukan ada genangan darah di punggungnya yang tampaknya berasal dari luka di kepala.

Tak satu pun dari orang-orang tersebut tampak seperti Syaikh Usamah.

Ada juga foto lain yang beredar, yang menunjukkan gambar close up wajah orang yang mirip Syaikh Usamah dengan kondisi kepala terluka. Namun foto tersebut belum bisa dikonfirmasi.

Presiden AS, Barack Obama, telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah merilis foto-foto jenazah Syaikh Usamah bin Ladin. Obama berdalih bahwa hal itu akan beresiko besar bagi keamanan nasional AS. (fadly/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...