Rakyat Mesir ingin akhiri urusan dengan Israel

23

KAIRO (Arrahmah.com) – Sebuah jajak pendapat telah menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Mesir lebih suka negaranya menghentikan perjanjian dengan Israel, lansir Press TV pada Selasa (25/4/2011).

Hasil jajak pendapat, yang dilakukan oleh Pew Research Center yang berbasis di Amerika Serikat, dipublikasikan pada hari Senin (25/4), menunjukkan bahwa 54% melawan Perjanjian Perdamaian Israel-Mesir, Associated Press melaporkan. Jajak pendapat ini mensurvei 1.000 orang dari seluruh penjuru Mesir antara 24 Maret dan 7 April.

Perjanjian tahun 1979 antara Mesir dan Israel berisi kesepakatan mundurnya pasukan Israel dari Semenanjung Sinai (bagian dari wilayah Mesir), yang diduduki Israel pada tahun 1967.

Namun, perjanjian itu memberi celah cukup besar Israel untuk mengambil keuntungan dari ditempatkannya pasukan keamanan Mesir di Sinai yang akan bekerja sama dengan Israel dalam memblokade Jalur Gaza.

Sebelumnya, pada Januari, rakyat Mesir berhasil menggulingkan rezim pro-Israel, presiden Hosni Mubarak, yang berkuasa selama 30 tahun.

Setelah revolusi, para pengunjuk rasa Mesir berkumpul di luar kedutaan Israel di ibukota, dan membakar bendera Israel serta mendesak pengusiran duta besar Israel, Yitzhak Levanon.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan bahwa pemerintah Mesir bisa jadi menjadi musuh Tel Aviv jika tetap mengancam eksistensi Israel. Netanyahu pun cemas dengan pernyataan yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil al-Arabi, yang bersama dengan para pejabat senior lainnya telah dilaporkan menyebut Tel Aviv sebagai musuh Mesir.

Menteri Keuangan Mesir, Samir Radwan, juga menekankan bahwa Kairo tidak membutuhkan investasi dari “musuh”, mengomentari kemungkinan hubungan ekonomi dengan Tel Aviv.

Survei baru-baru ini juga menunjukkan bahwa hanya 15% dari responden yang menyukai hubungan yang lebih erat antara Mesir dengan AS -sekutu Israel yang paling kuat. Angka ini lebih kecil dibandingkan dengan 43% responden yang sepakat agar Mesir mengambil jarak untuk berhubungan dengan kedua negara itu. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.