Berita Dunia Islam Terdepan

Gaddafi “terima” rencana Uni Afrika untuk mengakhiri pertempuran

0 1

TRIPOLI (Arrahmah.com) – Muammar Gaddai, pemimpin diktator Libya dilaporkan telah menerima “road map” untuk gencatan senjata dengan pejuang revolusi, menurut pernyataan delegasi pemimpin Afrika.

Pengumuman itu menyusul pertemuan antara para pemimpin Afrika dengan Gaddafi pada Minggu (10/4/2011) di ibukota Libya, Tripoli, beberapa jam setelah serangan udara NATO menargetkan tank Gaddafi, membantu para pemberontak menekan tentara loyalis Gaddafi yang telah maju dengan cepat ke benteng mereka di timur negara.

Delegasi Uni Afrika dijadwalkan akan menemui pemimpin pejuang revolusi hari ini (11/4).

Persyaratan dalam road map tidak jelas, termasuk soal apakah akan diperlukan tentara Gaddafi menarik pasukannya dari kota-kota yang dituntut oleh para pemberontak.

“Kami telah menyelesaikan misi kami dengan para pemimpin dan delegasi mereka telah menerima road map sebagaimana yang telah kami presentasikan,” ujar Jacob Zuma, Presiden Afrika Selatan.

Misi Uni Afrika dipimpin oleh Mohammed Ould Abdel Aziz, Presiden Mauritanisa, tiba di Tripoli pada Minggu.

Disamping Zuma dan Abdel Aziz, delegasi termasuk Amadou Toumani Toure, Denis Sassou Nguessou dan Yoweri Museveni, masing-msing Presiden Mali, Republik Kongo dan Uganda.

Gaddafi membuat penampilan pertamanya di hadapan media asing di minggu ini ketika ia bergabung dengadelegasi Uni Afrika di kamp nya di Bab al Aziziyah.

Komite mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk bersama-sama menjalankan

road map yang dirancang di bulan Maret untuk mengakhiri permusuhan, menyampaikan bantuan kemanusiaan dan

dialog antara pihak-pihak di Libya.

Berbicara di Tripoli, Ramtane Lamamra, Komisaris untuk Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika mengatakan isu kepergian Gaddafi telah datang dalam pembicaraan namun menolak memberikan rincian.

“Terdapat beberapa diskusi tetapi saya tidak dapat melaporkannya.  Ini rahasia,” ujarnya.

“Terserah rakyat Libya untuk memilih pemimpin mereka secara demokratis.”  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...