Pendeta yang membakar Al Quran itu malah minta Islam bertanggung jawab

0 34

FLORIDA (Arrahmah.com) – Pendeta AS, yang melakukan pembakaran terhadap kitab suci Al-Quran dan menyulut kekerasan mematikan di Afghanistan, menyerukan AS dan PBB agar segera menindak pelaku pembunuhan. Ia mengatakan seluruh umat Islam harus bertanggung jawab atas insiden tersebut, Emirates 247 melaporkan pada Sabtu (2/4/2011).

“Islam bukanlah agama damai,” kata Pastor Terry Jones dari Dove World Outreach Center dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah tujuh staf PBB telah tewas di Afghanistan dalam aksi unjuk rasa atas pembakaran Al Quran yang dilakukan oleh rekannya.

“Saatnya untuk membuat Islam bertanggung jawab,” tambahnya.

Empat pria berkewarganegaraan Nepal, satu orang Swedia, satu orang Norwegia, dan satu staf dari Rumania dilaporkan tewas pada Jumat (1/4), dan beberapa demonstran terbunuh atau terluka setelah saat massa mendatangi kompleks PBB di Mazar-e-Sharif dan dihalau oleh petugas keamanan kompleks.

 

Jones menyebutkan bahwa pembunuhan itu merupakan “sebuah kejadian yang tragis dan tindakan pidana.”

“Pemerintah Amerika Serikat dan PBB harus mengambil tindakan segera,” lanjutnya. “Kita harus menahan negara-negara ini dan orang-orang yang bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan serta alasan yang mereka menggunakan untuk mempromosikan kegiatan teroris mereka.”

Pendeta kontroversial ini pun mengatakan ia dan pendukungnya menuntut PBB untuk memberikan tindakan.

“Negara-negara yang didominasi oleh muslim tidak bisa lagi diizinkan untuk menyebarkan kebencian mereka terhadap orang Kristen dan minoritas,” katanya. “Mereka harus mengubah undang-undang yang mengatur negara mereka agar memungkinkan kebebasan individu dan terpenuhinya hak-hak personal, seperti hak untuk beribadah, kebebasan berbicara, dan dapat bergerak bebas tanpa takut diserang atau dibunuh.”

Dalam wawancara terpisah dengan AFP, ia mengatakan tidak merasa bertanggung jawab atas aksi yang memicu pembunuhan tersebut.

 

“Kami tidak merasa bertanggung jawab untuk itu,” katanya. “Elemen radikal Islam yang memanfaatkan hal itu sebagai dalih untuk mempromosikan kegiatan kekerasan mereka… Apa yang ingin kami lihat adalah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan sikap, begitu pula PBB.”

 

“Sudah waktunya untuk menghentikan kekerasan yang terjadi di negara-negara Muslim seperti Pakistan dan Afghanistan,” katanya. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.