Berita Dunia Islam Terdepan

Jam malam diberlakukan di Bahrain setelah bentrokan berdarah

0 1

AL-MANAMA (Arrahmah.com) – Jam malam diberlakukan setelah terjadi bentrokan berdarah antara pasukan keamanan pemerintah dengan demonstran.  Beberapa orang tewas dan terluka saat pasukan keamanan menggunakan tank dan helikopter untuk membubarkan massa.

Dilaporkan sedikitnya 6 orang tewas dan ratusan lainnya terluka setelah pasukan keamanan mengusir pendemo yang menuntut bergantinya rezim di Bundarah Pearl di ibukota, Manama.

Jam malam selama 12 jam berlaku mulai pukul 4 sore di kota termasuk di Bundaran Pearl, Bahrain Financial Harbour dan beberapa bangunan lainnya yang baru saja menjadi sasaran protes.

Pada saat itu, area dibersihkan setelah tentara yang didukung tank dan helikopter menyerbu tempat-tempat dimana pendemo anti-pemerintah berada di sana pada Rabu (16/3/2011), seperti yang dilaporkan Al Jazeera.



Beberapa ledakan terdengar dan asap terlihat mengepul di pusat Manama.

Sumber rumah sakit mengatakan tiga pendemo tewas dan ratusan terluka dalam serangan itu, lapor Reuters.  Tiga polisi juga dilaporkan tewas.

Polisi yang didukung militer menyerang pengunjuk rasa dari semua sisi dan menggunakan tabung gas air mata untuk membubarkan massa.

Demonstran yang diintimidasi oleh sejumlah besar pasukan keamanan, mundur dari bundaran.  Pada pukul 5 sore, daerah tersebut mulai tenang meskipun beberapa orang masih terlihat tetap berada di jalan.  Helikopter militer masih berputar-putar di langit Manama.

Dokter dan saksi mengatakan seperti yang dilansir Al Jazeera bahwa mereka telah “dikepung” oleh pasukan keamanan.

“Kami terkepung di sini sejak pagi tadi.  Tidak ada yang bisa masuk atau keluar dari rumah sakit akibat dari konflik di bundaran itu.  Tentara dan polisi Bahrain juga pasukan keamanan Saudi menggunakan tank untuk mencegah orang masuk.  Ada juga kekuatan lain, saya tidak bisa mengidentifikasi dalam pakaian sipil….. Ada sejumlah besar orang terluka, lebih dari 400 orang termasuk perempuan dan anak-anak,” ujar Abdul Mohamed, saksi mata.

Dr. Nehad Shirawi, kepala Unit Gawat Darurat mengatakan melalui telepon bahwa “Kami takut untuk keluar dari rumah sakit kami berpikir tidak aman untuk pergi keluar dan kami tidak tahu apa yang harus dilakukan…Secara fisik dan mental kami lelah dan saya tidak dapat terus hadir untuk pasien dalam kondisi seperti ini.  Kami perlu diganti oleh dokter lain sehingga kami bisa pulang dan istirahat.”

Gerakan pemuda Bahrain menyeru demonstrasi massal kemarin sore, tapi tidak jelas apakah pengunjuk rasa berencana untuk berkumpul kembali di tempat lain di ibukota.

Partai utama oposisi, Wefaq, telah membatalkan protes mengatakan bahwa itu sangat berbahaya untuk dilanjutkan.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...