Berita Dunia Islam Terdepan

Arab Saudi kirimkan tentara ke Bahrain

0 11

AL-MANAMAH (Arrahmah.com) – Kekuatan militer dikerahkan untuk negara tetangga dengan dalih untuk membantu melindungi fasilitas pemerintah setelah negara Bahrain dilanda kerusuhan selama satu minggu.

Ratusan tentara dari Arab Saudi memasuki Bahrain untuk membantu melindungi fasilitas pemerintah di tengah meningkatnya protes terhadap pemerintah.

Televisi Bahrain pada Senin (14/3/2011) menampilkan gambar tentara di dalam mobil lapis baja memasuki negara Teluk melalui jalan lintas 26 Km yang menghubungkan kerajaan ke Arab Saudi.

Kedatangan pasukan mengikuti permintaan anggota Dewan Kooperasi Teluk (GCC) dari Bahrain, dimana pemerintahnya telah menghadapi protes selama seminggu lebih dan tekanan dari mayoritas penduduk Syiah untuk melembagakan reformasi politik.

Uni Emirat Arab (UEA) juga mengirimkan sekitar 500 polisi ke Bahrain, menurut Abdullah bin Zayed al-Nahyan, Menteri Luar Negeri UEA.

Amerika Serikat yang menghitung baik Bahrain dan Arab Saudi di antara sekutu-sekutunya, telah meminta untuk menahan diri namun mendukung langkah untuk menyebar pasukan.

“Kami mendesak mitra GCC kami untuk menahan diri dan menghormati hak rakyat Bahrain, dan bertindak dengan cara yang mendukung dialog bukan merusak,” klaim Gedung Putih melalui juru bicaranya, Tommy Vietor.

Abdel al-Mowada, wakil ketua parlemen Bahrain mengatakan bahwa tidak jelas bagaimana kekuatan Saudi akan dikerahkah namun ia membantah pasukan akan menjadi provokasi terhadap demonstran, seperti yang dilansir Al Jazeera.

“Ini bukan karena kekurangan aparat di Bahrain, namun menunjukkan solidaritas antara GCC,” klaimnya.

“Saya tidak tahu apakah mereka disebar di jalan atau disimpan di daerah tertentu.”

“Pemerintah bersedia untuk bersama-sama membuat perubahan yang dibutuhkan, tapi ketika situasi seperti ini, Anda tidak bisa bicara,” menurut al-Mowada.

Pasukan Saudi tiba kurang dari 24 jam setelah polisi Bahrain terlibat bentrok dengan demonstran di salah satu konfrontasi paling kejam sejak pasukan pemerintah menewaskan 7 pendemo bulan lalu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...