Berita Dunia Islam Terdepan

Revolusi Bangsa dan Lengsernya Pemerintahan Arab yang Rusak

0 5

13 Rabi’ul Awal 1432 H (16/02/2011), Pusat Informasi Al-Fajr merilis sebuah tulisan karya Syaikh ‘Athiyatulloh Abu ‘Abdir Rohman -semoga Allah menjaganya- dengan judul “Revolusi Bangsa dan Lengsernya Pemerintahan Arab yang Rusak, Menghancurkan Berhala Stabilitas dan Serangan Baru”. Berikut ini terjemahan tulisan beliau.

Bersama bangsa arab dan seluruh bangsa di dunia ini, kami mengikuti jalannya dua revolusi di Tunisia dan di Mesir, dengan antusias dan penuh semangat. Dan terbayang oleh saya, seolah-olah saya mendengar suara yang memecahkan kebesaran pemerintahan fir’aun tua yang terjungkir Husni Laa Mubarok (yang tidak dibarokahi, plesetan dari Husni Mubarok / Husni Yang dibarokahi. -pent). Bersama mereka pula, bagaikan tabuhan genderang, saya mendengar dalamnya hati Yahudi di atas tempat pelemparan batu, hati mereka sedang bingung berdebar ngeri karena rasa takut dan panik yang Allah lemparkan pada mereka dengan insiden besar ini!

Seiring berlalunya waktu, kami mengikuti berita dan berdoa untuk kaum muslimin agar memberikan bimbingan bagi mereka, agar melepaskan penduduk Tunisia dari penindas pengecut dan agar melepaskan Mesir dan bangsanya yang muslim dari si thoghut dan pemerintahannya yang buruk, rusak, zholim, biadab, rakus lagi congkak. Juga, agar Allah memberikan bimbingan pada kaum muslimin di Mesir, dan agar Dia jadikan revolusi ini baik untuk Islam dan kaum muslimin.

Benar, revolusi ini tidaklah sempurna sebagaimana yang kita harapkan. Akan tetapi hilangnya sebagian keburukan atau sebagian besarnya, adalah sesuatu yang menggembirakan orang. Meskipun kita juga berharap adanya langkah ini adalah pengantar untuk kebaikan yang akan datang dan pembuka bagi pintu-pintu lainnya dengan izin Allah.

Oleh karena itu, sungguh bangsa kita orang Arab dan Islam di Tunisia, Mesir, al-Jazair, Libya, Jordania, Yaman dan yang lainnya membutuhkan orang yang mengingatkan mereka pada Allah di hari-hari ini, mengingatkan mereka dengan hari-hari Allah dan sunnah-Nya, serta menjelaskan pada mereka dengan lembut mengenai tempat-tempat yang penuh pelajaran dan hikmah yang berfaedah. Dan ini adalah peran penting untuk para da’i (penyeru) kepada Allah, penuntut ilmu dan harokah-harokah (gerakan-gerakan) Islam.

Tidak hanya beberapa revolusi ini dan khususnya revolusi Mesir revolusi terhadap pemerintahan Mesir dan pemerintahan Arab yang rusak lagi buruk saja, bahkan sungguh ukurannya lebih luas dan lebih dalam; yaitu titik pemisah dan titik yang merubah catatan dalam sejarah sebuah wilayah dan hubungan sosialnya.

Juga tidak saja Husni Laa Mubarok dan pemerintahannya yang lengser dalam revolusi Mesir, bahkan ide “stabilitas” juga jatuh bersamanya yang mereka jadikan sebagai berhala yang disembah oleh thoghut hina dan mereka juga menjadikan manusia agar menyembahnya.

Stabilitas wilayah, yang maknanya hanyalah memenuhi seluruh faktor ketenangan dan keamanan mereka dari siapapun yang mengganggu keadaan mereka yang royal, mewah lagi tajam atau (siapapun) yang mengancam kerajaan dan kontrol mutlak mereka terhadap negeri-negeri dan sumberdayanya, serta (yang mengancam) individu dan keluarga mereka dengan jatah yang lebih melimpah ruah dari kekayaan negeri itu. Hal itu dengan komitmen untuk menjaga perbatasan Negara kecil Israel yang liar, menjamin keamanannya dan menjaganya dari trend jihad manapun…!

Pemerintahan Mesir telah lengser, didahului oleh Tunisia, dan barangkali akan disusul oleh Yaman, Jordania, dan boleh jadi Libya, al-Jazair dan Maghribiy (Moroko) dengan izin Allah ta’ala.

Ketika saya hendak mengirimkan makalah ini untuk dipublikasikan, datang berita dimulainya gerakan saudara kita di Libya dan revolusi mereka terhadap thoghut gila sialan beserta keluarganya yang bertindak lalim di Negeri-negeri, banyak merusak di dalamnya dan menjadikannya sebagai raja bagi mereka dan bagi anjing-anjing mereka. Kami memohon pada Allah agar melepaskan manusia dari mereka dan agar memberikan bimbingan bagi kaum muslimin di Libya, yang akan dapat memuliakan orang-orang yang taat pada-Nya -Yang maha suci- serta menghinakan orang-orang yang bermaksiat pada-Nya.

Demikianlah Allah telah menciptakan perumpamaan bagi manusia, dan generasi muda pun bisa meneruskan aktivitas mereka di dunia kita yang baru, meskipun ada berbagai usaha yang dikerahkan oleh pemerintahan Arab yang rusak untuk merusak para pemuda pada seluruh level dan juga (usaha) untuk menidurkan mereka. Akan tetapi pemerintahan Arab itu adalah pemerintahan yang bodoh tidak perhatian, serta lebih mirip orang yang bernafsu.

Sedangkan revolusi haruslah ada selama apapun masanya, karena inilah sunnah kauniyyah (putaran alam) yang kita ketahui dari sejarah, ilmu kemanusiaan, pengalaman dan perhitungan ilmu psikis dan sosial yang sederhana. Karena sesungguhnya terkumpulnya kerusakan dengan model yang ada dalam ummat dan masyarakat Arab Islam kita, tidak mungkin terus eksis dalam waktu yang sangat lama, hingga menjadikan ledakan yang dinyalakan oleh apa yang Allah tetapkan dan oleh orang yang Allah siapkan, dan kerja keras yang tidak dapat dihitung mengumpulkan mesiunya untuk menghadapi kerusakan yang terakumulasi itu.

Di antara para pemuda itu ada yang baik dan ada yang tidak demikian. Sedangkan Allah lebih mengetahui apa yang dikerjakan oleh makhluq, apa yang mereka niatkan dan apa yang mereka inginkan. Di antara mereka ada pula yang beruntung lagi sukses di akhirat, dan di antara mereka ada yang jika diberitahukan mengenai akhiratnya, tidak mendapatkan apapun kecuali kerugian dan (kita) berlindung pada Allah, akan tetapi semua keseriusan itu terkumpul untuk melawan pemerintahan tiran itu.

Di sini saya mengingatkan apa yang dikatakan oleh Penyair Ahmad Mathor,

(( أعلمُ أن القافيةْ  . لا تستطيعُ وحدَها إسقاطَ عرشِ الطاغيةْ . لكنني أدبغُ جلدَهُ بها دَبْغَ جلودِ الماشيةْ . حتى إذا ما حانتِ الساعةُ وانقضّتْ عليه القاضيةْ . واستلمتْهُ من يدي أيدي الجموعِ الحافيةْ . يكونُ جلداً جاهزاً تصنَعُ منه الأحذيةْ. )) اهـ

Aku tahu bahwa sajak… saja tidak bisa menjatuhkan singgasana tiran… akan tetapi aku menyamak kulit singgasana itu dengan sajak seperti menyamak kulit (hewan) ternak… hingga ketika telah datang saatnya dan datanglah kebinasaan padanya… tangan-tangan masyarakat tak beralas kaki pun mengambilnya dari tanganku… kulit itu menjadi kulit yang siap (diolah), yang sepatu pun dibuat darinya.

Hingga di sini sya’ir tersebut.

Meskipun demikian, saya tidaklah seperti kebanyakan manusia mengharapkan revolusi itu secepat ini, semisal apa yang terjadi di Tunisia hijau yang perkasa. Saya tidak menyangka bahwa musuh pun mengharapkannya juga. Ini ditunjukkan oleh tindakan-tindakan orang Perancis yang lemah lagi pandir, hingga orang Amerika sekalipun, meskipun mereka lebih baik keadaannya daripada orang-orang Perancis. Apalagi di Mesir; mereka telah mendapatkan faedah dari pengalaman ini dan mereka memahami bahwa perubahan pasti akan datang!

Sungguh bersama kebanyakan, kami menyangka bahwa bangsa-bangsa itu telah mati atau telah terbius untuk waktu yang lama, disebabkan apa yang diperbuat oleh thoghut-thoghut jahat terhadap mereka. Akan tetapi revolusi Tunisia dan yang setelahnya menetapkan bahwa bangsa-bangsa itu memungkinkan melakukan revolusi dalam waktu yang para pengamat menyangka bahwa mereka telah mati atau hilang dari perhatian!

Akan tetapi saya mencatat dua poin bersamaan dengan hal itu:

Poin Pertama:

Beberapa saat sebelum terjadinya revolusi di Tunisia kami membaca, masih pada hari-hari (berkuasanya) tiran Bin Ali, sebuah makalah di Internet yang saya kira milik al-Akh as-Syaykh Abu Muslim al-Jazairiy, yang di dalamnya dia mengharapkan runtuhnya pemerintahan Tunisia dalam waktu dekat dan meledaknya revolusi dan yang semisalnya. Dan dia pun telah berbelok. Saya memuji Allah ketika saya mengingatkannya bahwa sungguh di dalam pemuda kita (masih) ada yang memiliki pemikiran, renungan, pertimbangan dan pengharapan yang baik. Juga bahwa di antara kita ada kemampuan memperhatikan. Kami memohon pada Allah agar meberikan barokah pada revolusi itu.

Poin Kedua:

Pesan yang tersebar di Internet dari Saudari Tunisia, yang ditujukan kepada organisasi al-Qo’idah dan para pemimpinnya as-Syaykh Usamah bin Ladin serta yang lainnya, di dalamnya dia meminta bantuan dan menceritakan tragedi Islam, muslimin, ikhwah dan akhawat yang komitmen terhadap dien ini di Tunisia. Pesan itu -tanpa melihat kepercayaan penuh terhadap validitas dan realitanya- memberikan kesan, menyedihkan serta memicu untuk menambah marah, murka dan kegeraman terhadap para thoghut terlaknat, musuh-musuh Allah, musuh-musuh Islam dan musuh keutamaan dan kesucian yang bersama golongan dan sistem mereka berbuat kerusakan di muka bumi ini lagi sedikit tandingannya, dan tiada tangan yang dapat menolongnya. Orang pun dalam keadaan hampir meledak (keluar), kalau saja Allah tidak menabahkan hati (mereka). Sedangkan kita tidak memiliki apa-apa kecuali dua hal sebagaimana yang saya katakan kepada sebagian ikhwan pada saat itu;

Hendaknya (1) kita merintih pada Allah dengan doa dan bersungguh-sungguh dalam berdoa bersama saudara dan saudari kita yang lemah, serta (2) hendaknya kita menuruskan jihad kita.

Sesungguhnya keteguhan dan konsisten dalam jihad adalah merupakan kesempatan yang paling penting yang Allah berikan pada kita. Kerena di sela-sela jihad itu kita dapat memberikan khidmah (pelayanan) untuk dien, ummat, saudara dan saudari kita yang tertindas dan teraniaya. Dalam kesempatan ini, sungguh saya ingin menjelaskan sesuatu pada saudara-saudari saya di setiap tempat -sedangkan kami percaya dan cinta terhadap kaum muslimin sebagai pemuliaan-:

Sesungguhnya (organisasi) al-Qo’idah tidaklah memiliki tongkat sihir sebagaimana yang dikatakan, tidak pula memiliki kisah wahai ikhwah dan akhowat yang mulia, kisah “al-Mu’tashim” dan “‘Umuriyyah”, tidak pula kisah menggerakkan tentara dan menyiapkan pasukan yang tidak diketahui (ujung) awalnya dan (ujung) akhirnya. Namun al-Qo’idah sebuah bagian sederhana dari keseriusan ummat yang berjihad. Maka janganlah kalian menyangka mereka memiliki (sesuatu) di luar kemampuan mereka, hendaknya kita mengetahui kadar (kemampuan) kita semua, dan hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam ta’wun di atas kebaikan, ketaqwaan dan jihad di jalan Allah. Semua (bermula) dari tempatnya dan dengan apa yang dia mampu serta dengan apa yang sesuai dalam haknya. Sedangkan Allah akan membuka dan menurunkan kelapangan dan pertolongan dengan kejujuran orang-orang yang jujur, ketulusan orang-orang yang ikhlash dan doanya orang-orang lemah yang dikalahkan.

Sungguh seolah-olah pesan Saudari dari Tunisia itu sebenarnya adalah isyarat terakhir berakhirnya pemerintahan thoghut Bin Ali, dan melapangkan kesusahan dengan izin Allah sedangkan itu adalah pelajaran bagi orang-orang yang merenungi. Sekarang saya berharap dari Saudari itu, agar dia menulis pesan lain dengan tema baru yang tidak dibatasi dengan apa yang kita semua impikan dan kita semua inginkan. Akan tetapi itu sungguh melapangkan banyak kesulitan. Sedangkan yang diharapkan insya Allah agar ada banyak kebaikan dan rohmah di dalam kelapangan itu.

Sedangkan para reformis dari kalangan putera ummat hari ini dan para mujaahidien serta para da’i penyeru pada Allah hendaknya mereka memanfaatkan kesempatan bersejarah ini dan berangkat dari pekerjaan dakwah dan tarbiyyah, serta reformasi dan penyadaran serta kegigihan dalam naungan yang dapat memberikan tempat untuk kebebasan dan kesempatan setelah revolusi ini dan setelah hilangnya sebagian besar beban dan hancurnya sebagian besar belenggu.

Dalam untaian kalimat ini, kami menyeru para pemuda agar memahami dengan baik berbagai perkara ini, menjauhi “sempitnya cakrawala” (cara pandang yang sempit yang hanya tertuju pada satu tempat atau satu urusan saja, atau yang semisalnya, -pent), penyusutan dan terburu-buru. Tidaklah layak mereka turut berselisih dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengan mereka dalam pergerakan Islam, seperti ikhwah di (organisasi) “an-Nahdhoh” di Tunisia misalnya, atau selain mereka.  Bahkan (hendaknya) mereka berangkat dalam operasi pembangunan persiapan. Demikian halnya dengan ikhwah di Mesir, Sayna’, Rafah dan yang lainnya.

Juga hendaknya dakwah itu dengan santun dan komitmen terhadap adab yang mulia, lapang dada terhadap manusia, dan menyelisihi pemahaman mereka yang dominan. Hendaknya mereka mengetahui bahwa ummat kita sedang hidup pada fase yang sulit dan kompleks. Karena tunggal, ummat ini juga mulai berusaha untuk bangkit dan keluar dari keadaan buruk yang dialaminya selama berpuluh-puluh tahun, bahkan berabad-abad! Hendaknya para pemuda berada pada tataran kesadaran yang dituntut. Dan semua itu tidaklah bertentangan dengan semangat dalam mencurahkan (tenaga), cemburu, keberanian karena dien ini, serta berterus terang terhadap kebenaran yang nyata juga konsep yang jelas.

Himpunlah keutamaan-keutamaan yang kami tunjukkan; ramah, kesempurnaan adab, mengutamakan simpati, kasih sayang dan berbuat baik dalam bergaul dengan setiap muslim, bahkan terhadap seluruh manusia. Jadikanlah prinsip kalian adalah: dengan kemampuanku, aku dapat berbuat baik dan mengatakan yang benar, akan tetapi (tetap) dengan segala adab dan akal / kecerdasan, serta menjauhi problem yang merusak lagi membinasakan. Ketahuilah, semoga Allah memberikan barokah pada kalian, bahwa al-haq (kebenaran) ada beberapa derajat, di antaranya ada yang tidak (bisa) ditinggalkan untuk disampaikan atau dilaksanakan dalam sebuah keadaan, dan di antaranya ada yang ditinggalkan karena adanya rintangan atau halangan (‘udzur). Maka fahamilah hal ini dan bukalah hati kalian untuk memahami ilmu-ilmu yang bermanfaat, serta meningkat pada tataran kesadaran dan pemahaman.

Revolusi Arab di Tunisia, di Mesir dan di sebagian negeri yang kita tunggu telah menyingkap sekumpulan dari realita yang menakutkan dan menampakkannya pada manusia, dan itu adalah sebagian dari kebaikan yang besar dan rohmah Allah terhadap kaum muslimin. Sungguh dalam kebaikan itu orang-orang mulai menulis dan seharusnya akan ditulis oleh orang banyak dan lebih banyak lagi karena ini adalah kejadian bersejarah yang besar, hanya saja saya ingin menyebutkan sebagian hal itu: 

Di antaranya: Lemahnya pemerintahan polisi yang sewenang-wenang dalam segala hal lagi melampui batas, meskipun seram di mata orang-orang yang melihatnya, akan tetapi (sebenarnya) pemerintahan itu adalah kosong terisi oleh kepengecutan dan kelemahan, membusuk dari dalam, jatuh berurutan. Bangsa-bangsa tidak bergerak dan berevolusi (melengserkan) pemerintahan itu, hingga pemerintahan itu runtuh dan para pemimpinnya lari keluar (karena) lubang biawak di negeri itu pun tidak dapat melindungi mereka! Kebanyakan manusia telah memahami bahwa para penguasa tiran kafir tidak ada harganya di dalam elite mereka (sendiri) dari segi kebaikan atau manfaat. Namun mereka membuat harga sendiri untuk diri mereka dengan kekuasaan, kekuatan polisi, antek-antek dan berbagai lapisan yang dapat dimanfaatkan, serta tempat kembali mereka terkait dengan tempat kembali para tiran tersebut.

Di antaranya: telah jelas bagi manusia bahwa barat kafir selamanya sedikitpun tidak mementingkan kepentingan bangsa Islam kita. Mereka tidak menangisi keadaan kita, kecuali dengan air mata buaya ketika mereka menangis, sembari lari dan menjulurkan lidah di belakang kepentingan pribadi mereka dan kepentingan yang menuntut “stabilitas” wilayah serta berkelanjutannya pemerintahan susu, meskipun lalim, zholim, dan menindas bangsanya sendiri, barat pun membiarkan pemerintahan itu bebas, dan meskipun pemerintahan itu melakukan kerusakan / korupsi besar sebagaimana barat mengetahuinya dengan baik, juga meskipun tidak ada kebebasan HAM dalam naungannya. Meskipun barat mengetahui dengan baik sebagian tragedi (yang menimpa) bangsa kita, juga nasib buruk dan kezholiman yang mereka derita, barat hanya memperhatikan berkelanjutannya berbagai keadaan itu di atas penderitanya, demi menjamin tetap tercapainya kepentingan ekonomi barat dan mengalirnya kekayaan negeri dan bangsa kita pada pasar dan pabrik mereka. Hal ini telah jelas bagi manusia dalam gambaran yang paling jelas dalam sikap perancis terhadap revolusi Tunisia dan sikap amerikan dan Negara lainnya. Maka siapa yang melihat berbagai realita ini, tidak akan dapat melihat apapun!

Di antaranya, dan di antara yang terpenting; Jelasnya hubungan erat di antara pemerintahan Arab murtad ini dan di antara Yahudi (Israel), juga bagaimana Mesir Husni Laa Mubarok berada di posisi penjaga terpercaya lagi waspada untuk (keamanan) Yahudi. Sungguh orang-orang telah melihat sejauh mana ketergantungan Yahudi dengan Husni dan pemerintahannya, juga sejauh mana kekhawatiran dan ketakutan mereka terhadap lengsernya pemerintahan Husni. Sebagian besar manusia hari ini mengetahui bahwa Yahudi kalau tidak ada berbagai pemerintahan kafir pengkhianat ini (Mesir, Jordania, Suria, dan negara-negara kecil pemerintahan Arab yang buruk lainnya) Negara kecil Israel tidak akan eksis di alam ini, kecuali selama peperangan yang cepat melawan ummat ini selesai dengan kemenangan diraih oleh ummat kita, sedangkan Allah maha besar, dan hal itu sangatlah dekat dan (pasti) datang dengan insya Allah.

Di antaranya: adalah apa yang berkaitan dengan pemerintahan munafiq sa’udi, karena sungguh pengkhianat dua tanah suci yang mulia adalah raja keluarga sa’ud yang berdiri dengan segala kekuatan yang diberikan padanya bersama Husni Laa Mubarok dan bertindak mati-matian (dan memang hampir mati) dalam menolongnya. Bahkan hingga orang Amerika pun menyelisihi sikap mereka, dan barangkali ini adalah yang pertama kalinya mereka bertengkar dalam satu hal. Orang-orang di jaziroh Arab dan di luar jaziroh melihat bagaimana sikap Abdullah keluarga Sa’ud dan Husni, sedangkan si Abdullah berusaha dengan gigih untuk mencegah lengsernya Husni, sembari mengabaikan tuntutan bangsa mesir serta keinginan dan revolusi mereka yang menggebu-gebu, tanpa menoleh pada kengerian, kezholiman dan kerusakan pemerintahannya yang sangat besar. Sedangkan di sini kami akan menyampaikan beberapa pertanyaan sederhana pada orang-orang yang berakal di Saudi, karena sungguh di dalam hal itu ada pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pengelihatan;

“Kenapa Abdullah keluarga Sa’ud mendukung Husni yang sekuler, agen bagi Israel pelindung amerika yang juga merupakan kekasih yahudi? Apakah sikap dari Abdullah keluarga Sa’ud ini bersumber dari dien serta “aqidah toleran” dan keinginan yang kuat untuk kebikan ummat? Apakah Abdullah menolong Husni (ikhlash) untuk Allah, karena (mencari ridho) Allah dan dien ini (Islam)? Apakah Abdullah keluarga Sa’ud menoleh pada dien ini (Islam) dan pada hari akhir?”

Pertanyaan-pertanyaan itu menungguh jawaban dalam diri setiap orang yang merdeka yang mencela dan mengkoreksi dirinya sendiri, serta berusaha untuk menerima nasehat sebelum Allah mengunci hati.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَجِيبُوا للهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ يَحُولُ بَيْنَ المَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ} [الأنفال:24]

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rosul apabila Rosul menyeru kalian pada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan.” [ al-Anfal: 24 ]

Sebelumnya datangnya badai topan, dan sebelumnya hilangnya waktu (kesempatan).

Adapun ikhwah para mujahid di Yaman, maka tidak lupa saya mengingatkan mereka bahwa pemerintahan Ali Abdullah Sholih dalam keadaan yang paling lemah, sedangkan revolusi ini (akan) datang padanya, dan sungguh dia (akan) diruntuhkan. Maka itu tidak menjadikanku berprasangka tidak perlu untuk mengingatkan bahwa itu adalah kesempatan besar; politik, keamanan dan edukasional. Berapa banyak dalam peperangan dan dalam fase tranformasi ada kesempatan untuk berbuat baik bagi siapa yang Allah berikan tawfiq dan ketaqwaan.

Dan sebagai janji insya Allah bagi saudara-saudara dan bangsa kami yang merdeka, bangsa Islam yang mentela’ah dengan keseriusan penuh untuk berpegang teguh pada Islam sebagai dien dan petunjuk Allah -Yang maha tinggi-, yang di dalamnya ada kebaikan dan keamanan, keperkasaan, kemuliaan, ketenangan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat,

{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [النحل:97]

“Barangsiapa yang mengerjakan amal kebajikan, dari kalangan laki-laki ataupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya Kami akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [ an-Nahl: 97 ]

{فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى} [طه:123، 124]

“Maka siapa yang mengikuti petunjuk-Ku pasti tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia mendapatkan kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” [ Thoha: 123 – 124 ]

Doakan saudara-saudara Antum yang berjihad

Saudara-saudara Antum di

Pusat Informasi al-Fajr

2011 M ~ 1432 H 

Diterjamah oleh: Forum Islam at-Tawbah

Diedit oleh: Abu Ahmad

Baca artikel lainnya...