Berita Dunia Islam Terdepan

AS menderita kekalahan besar dalam operasi militer selama sebulan di Helmand

0 9

HELMAND (Arrahmah.com) – Situs Voice of Jihad, situs resmi Imarah Islam Afghanistan, melaporkan kemenangan utama lain dari Mujahidin Imarah Islam Afghanistan atas AS di provinsi Helmand, Afghanistan selatan.

“Laporan dari daerah Kala Gaz, provinsi Helmnad, yang berlokasi di utara provinsi mengatakan bahwa sebuah operasi yang dipimpin oleh penjajah AS-NATO di kawasan itu yang dimulai sebulan lalu telah berakhir setelah memakan korban mematikan dan kerusakan fatal.

Laporan mengatakan bahwa 53 tank dan kendaraan lapis baja berhasil dihancurkan dan hampir 500 tentara penjajah tewas dan terluka oleh Mujahidin selama sebulan dalam operasi bom ranjau.

Pejabat lokal mengatakan bahwa wartawan bebas untuk datang dan mendokumentasikan medan perang.  Selain itu 13 Mujahid syahid (insha Allah) sementara 17 lainnya mengalami luka.

Perlu diingat bahwa menurut media Barat, rancangan resolusi yang menuntut segera dimulainya penarikan pasukan dari Afghanistan telah dibicarakan kepada kongres AS.

Inisiator adalah anggota legislatif Kongres Demokrat, Dennis Kucinich, yang dianggap salah satu orang paling radikal di Capitol Hill.

Ia yakin bahwa Bush dan Obama melanggar Undang-undang tahun 1973 tentang mandat militer karena mereka tidak mendapatkan persetujuan dari Kongres untuk eskalasi jelas permusuhan di Afghanistan.

Di masa lalu, Kucinich telah menempatkan inisiatif ini di deepan, tapi tidak didukung oleh sebagian besar anggota Kongres.

“Lebih dari 60 persen rakyat Amerika ingin kita keluar dari sana,” ujar Kucinich.  “Perang ini telah mendekati biasay satu setengah triliun dollar.  Kami rakyat Amerika kehilangan pekerjaan mereka, upah mereka turun…rakyat Amerika kehilangan rumah mereka, kehilangan keamanan pensiun mereka, mereka tidak bisa mengirim anak-anak mereka ke perguruan tinggi yang mereka inginkan,” lanjutnya.

“Dan kita menghabiskan semua ini untuk perang yang membuang-buang waktu, uang, darah dan harta untuk mencoba menopang sebuah rezim korup di Afghanistan.”

Selain itu, seperti dicatat oleh anggota Kongres ini, pendudukan yang berkelanjutan di Afghanistan membantu pasukan pemberontak di negara itu.

Para pendukung resolusi itu berpendapat adalah waktunya bagi anggota parlemen untuk memutuskan apakah mereka ingin perang yang telah berlangsung selama 10 tahun dan akan terus berlanjut, mengklaim kehidupan tentara Amerika dan menyerap ratusan miliar dollar dari para pembayar pajak Amerika.

Obama berjanji untuk mulai menarik pasukan dari Afghanistan pada bulan Juli 2011.  Hal ini diasumsikan bahwa proses ini akan selesai pada tahun 2014.  Kini kontingen Amerika di Afghanistan telah hampir mencapai 100.000 pasukan.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...