Beritakan kejahatan AS, wartawan Yaman dihukum

32

Support Us

SANAA (Arrahmah.com) – Wartawan Yaman yang menulis tentang keterlibatan AS dalam serangan rudal beberapa waktu lalu, dipenjara atas dugaan terkait dengan Al-Qaeda. Abdul Elah Hayder Shae dihukum lima tahun penjara menyusul dua tahun tahanan rumah.

Shae diklaim terbukti bersalah dengan menjadi anggota organisasi bersenjata ilegal dan merekrut anak-anak muda, termasuk orang asing, ke dalam organisasi dengan berkomunikasi melalui internet.

Shae, yang merupakan wartawan Yaman pertama yang menduga keterlibatan AS dalam serangan terhadap komunitas Al Maja’alah di daerah Abyan, Yaman selatan, pada tanggal 17 Desember 2009, mengatakan setelah pengadilan Sanaa memvonisnya pada hari Selasa (18/1/2011) bahwa dia hanya melakukan tugas jurnalistiknya.

“Ini adalah kebohongan otoritas yang tidak berdasar dan tidak benar,” ujarnya.

Berita Terkait

Wartawan terkemuka itu, yang selalu menggambarkan kebijakan pemerintah Yaman dalam memberantas kelompok bersenjata sebagai tidak berdampak, menolak untuk mengajukan banding.

Dia mengatakan, “Hari ini aku tidak berdiri di hadapan dewan hakim tapi di depan sebuah geng yang berasal dari aparat keamanan nasional.”

CJP mengecam hukuman tersebut. Koordinator programnya di Timur Tengah dan Afrika Utara, Mohamed Abdel Dayem, mengatakan, “Kami menyerukan pembebasan Abdul Elah Hayder Shae. Penahanan awal Shae yang memutuskan hubungannya dengan dunia luar dan persidangan selanjutnya diganggu oleh pelanggaran prosedural. Kami menyerukan kepada Presiden Saleh untuk menggunakan hak prerogatif konstitusionalnya untuk mengintervensi dan memaafkan Shae.”

Shae, yang sering muncul di Al Jazeera sebagai komentator, ditahan pada tanggal 16 Agustus 2010, ketika sekelompok tentara menyerbu rumah keluarganya di Sanaa. Catatan dan komputernya disita. Dia dilaporkan disiksa dalam tahanan dan ditempatkan di sel soliter.

Penahanan itu disebut-sebut ada hubungannya dengan laporan Shae tentang korban sipil dalam serangan udara yang menarget anggota Al-Qaeda. “Itu adalah cerita besar yang pemerintah tidak ingin tersebar,” ujar Rashad Ali Al Sherabi, wartawan lain.

Di bulan Juni 2010, Amnesty International merilis gambar-gambar dari rudal jelajah buatan AS yang membawa amunisi tandan, yang tampaknya dibawa menyusul serangan Al Ma’jalah. Sebuah kabel diplomatik yang dibocorkan oleh WikiLeaks di bulan November 2010 mengungkapkan bahwa pemerintah Yaman memang menutupi serangan drone AS terhadap Al-Qaeda di negara itu dan mengklaim bahwa bomnya adalah milik Yaman. Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengatakan pada Jenderal David Petraeus, komandan pasukan AS di Timur Tengah saat itu, “Kami akan terus mengatakan bahwa bom itu milik kami bukan kalian.” (sm/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Berita Arrahmah Lainnya

Kapal Turki tinggalkan Mediterania Timur

ANKARA (Arrahmah.com) -Sebuah kapal penelitian Turki di tengah pertengkaran dengan Yunani mengenai potensi kekayaan gas di Mediterania timur telah kembali ke pelabuhan, kata kementerian energi Turki, Senin (30/11/2020). Kapal survei…

AS tawarkan $10 juta untuk informasi pemimpin HTS

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah untuk informasi tentang pemimpin kelompok perlawanan Suriah HTS (24/11/2020). Sebagaimana diposting di akun Twitter mereka, Departemen Kehakiman…

Uzbek tarik warganya dari kamp pengungsian Suriah

TASHKENT (Arrahmah.com) - Uzbekistan berencana untuk memulangkan warganya, yang kebanyakan wanita dan anak-anak, dari Suriah di mana mereka tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak dengan keluarga pejuang ISIS lainnya, sumber pemerintah…

Turki Dituduh Buka Jalur Rahasia Dengan "Israel"

ANKARA (Arrahmah.com) – Kepala dinas intelijen nasional Turki dilaporkan telah mengadakan pembicaraan rahasia dengan para pejabat "Israel" untuk memperbaiki hubungan kedua negara, menurut sumber yang diwawancara Al Monitor (30/11/2020).…

Houtsi klaim membunuh 8 tentara Saudi

MARIB (Arrahmah.com) - Teroris syiah Houtsi mengklaim telah membunuh delapan tentara Saudi di Yaman timur, Anadolu Agency melaporkan. "Pasukan rudal telah berhasil, pada Sabtu malam, menargetkan ruang operasi gabungan di kamp Tadawin di…

Turki kecam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran

ANKARA (Arrahmah.com) - Turki pada hari Sabtu (28/11/2020) mengutuk "pembunuhan keji" ilmuwan nuklir Iran dan menyerukan agar para pelaku serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Kementerian luar negeri Turki juga mendesak "semua…

Iran siap balas dendam atas pembunuhan Fakhrizadeh

TEHERAN (Arrahmah.com) - Pembunuhan ilmuwan nuklir ternama Iran oleh penyerang tak dikenal dikaitkan dengan "Israel" oleh pejabat senior politik dan militer di Teheran, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (28/11/2020). Mohsen Fakhrizadeh,…

Pihak berwenang India mulai memburu para aktivis dan lembaga pro-kebebasan di Kashmir

SRINAGAR (Arrahmah.com) - Pada 28 Oktober 2020, pihak berwenang India di Kashmir menggerebek rumah dan kantor Parveena Ahangar, seorang wanita pembela hak asasi manusia. Atas tuduhan "pendanaan teroris", pihak berwenang secara mengejutkan…

MERC Sayangkan Sikap Walikota Bogor Intervensi RS yang Tangani Habib Rizieq

BOGOR (Arrahmah.com) -  MER-C menyayangkan sikap Walikota Bogor Bima Arya yang melakukan intervensi terhadap pihak rumah sakit yang menangani Habib Rizieq Shihab. Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam keterangannya, Sabtu…

TNI dan FPI Musyawarah Bahas Baliho Habib Rizieq

JAKARTA (Arrahmah.com) - Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dan Front Pembela Islam (FPI) bermusyawarah untuk mencari solusi terkait baliho bergambar Habib Rizeq Shihab. Musyawarah tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat…

Saudi tangguhkan impor daging Turki

ANKARA (Arrahmah.com) - Arab Saudi secara resmi menangguhkan impor daging, telur, dan produk lainnya dari Turki awal bulan ini, kata serikat pengekspor Turki, setelah memboikot barang-barang Turki secara tidak resmi selama berbulan-bulan…

Milisi pro Suriah rampok panen Zaitun warga Suriah Utara

IDLIB (Arrahmah.com) – Milisi pro rezim Assad merampok semua tanaman zaitun di daerah pedesaan selatan dan timur Idlib, Hama utara, dan Aleppo barat milik warga sipil yang mengungsi. Saat ini, hasil panan zaitun di pedesaan Idlib…

Iklan