Berita Dunia Islam Terdepan

AQIM akui telah menyandera warga Perancis yang ditemukan tewas di Nigeria

0 1

NIAMEY (Arrahmah.com) – Al-Qaeda Islamic Maghreb (AQIM) mengaku bertanggungjawab pada Kamis (13/1/2011) atas penyanderaan dua warga Perancis yang ditemukan tewas pada pekan lalu di Nigeria setelah upaya penyelamatan yang gagal.

“Sekelompok Mujahidin melancarkan operasi pada Jumat, 7 Januari, operasi berani di jantung ibukota Nigeria, Niamey, di mana mereka masuk ke dalam lingkungan diplomatik dengan aman dan berhasil menculik dua warga Perancis,” ujar AQIM dalam sebuah rekaman suara yang dikirimkan ke Reuters pada 12 Januari lalu.

Mayat-mayat itu ditemukan dengan tangan terikat di belakang punggung mereka, menurut sumber di Nigeria yang melihat mereka setelah upaya penyelamatan yang gagal pada Sabtu lalu.

Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa satu korban dibunuh oleh peluru di kepala tetapi analisis medis lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian keduanya.

“Kesimpulan akan disempurnakan setelah kami memesan sejumlah analisis toksikologi, balistik dan patologis untuk mendapatkan presisi lebih lanjut,” ujar Jean-Claude Marin, jaksa Perancis berbicara dalam konfrensi pers di Paris.

Mujahidin AQIM mengirimkan pesan dalam bahasa Arab fasih, salah satu bahasa yang umum digunakan oleh anggota AQIM.  Kedua warga Perancis dipilih secara acak karena mereka duduk paling dekat dengan pintu sebuah restoran saat penangkapan terjadi.

Salah Abu Mohammed, yang mengidentifikasikan diri sebagai petinggi media untuk AQIM mengatakan dalam rekaman bahwa dua orang tewas ketika pasukan Perancis dan Nigeria berusaha menyelamatkan mereka, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Abu Mohammed menambahkan bahwa Perancis tidak mau belajar dari kegagalan masa lalu dan mengulangi kebodohan yang sama di mana dua pertempuran terjadi antara Mujahidin dengan tentara Perancis-Nigeria, mengakibatkan kegagalan besar dalam upaya untuk menyelamatkan para sandera.

Ia mengatakan penangkapan dilakukan dalam konteks “menanggapi kebijakan Perancis melawan Muslim dan partisipasi mereka dalam perang salib di Afghanistan”. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...